Subulussalam (ANTARA Aceh) - Petani mandiri di Kota Subulussalam, Aceh, akan mendapat kuota 1.000 hektare program replanting pada 2016 dalam upaya rehabilitasi perkebunan kelapa sawit di daerah itu.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Ir Netap Ginting di Subulussalam, Minggu mengatakan, pemerintah di bawah Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan akan menyalurkan dana program replanting senilai Rp45 juta per hektare yang dimulai tahun 2016.
Dana tersebut disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Pembangunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kepada petani mandiri yang membangun kebun dengan dana sendiri tanpa bantuan pemerintah bukan perkebunan inti rakyat (PIR) atau plasma.
"Ini kusus diperuntukan kepada petani mandiri, yang menanam sawit dengan modal sendiri," kata Netap.
Ia menjelaskan, dana senilai Rp45 juta itu digunakan untuk menumbang pohon kelapa sawit yang sudah berumur 25 tahun. Dana itu juga meliputi bibit, ongkos penanaman dan biaya perawatan selama empat tahun.
Ia mengatakan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo Provinsi Aceh mengutus sebanyak 10 petani mandiri untuk mengikuti pelatihan program replanting tanaman kelapa sawit di LPP Kampus Medan, Sumatera Utara, sejak 17-21 November 2015.
Dari jumlah itu empat orang petani sawit asal Kota Subulussalam yakni Darmin Tinambunan, Anes Kebiaken, Safari Barat dan Netap Ginting.
Sedangkan enam petani lainya masing-masing H Syafil Harahab (Kabupaten Aceh Singkil), Syarifudin Samsul (Kabupaten Aceh Barat Daya), M Jamil dan Salman (Kabupaten Nagan Raya) serta Rastanizar dan M Yusuf dari Kabupaten Aceh Timur.
"Ini sebuah kepercayaan bagi petani Subulussalam karena diberi kesempatan lebih banyak dibandingkan perwakilan kabupaten/kota lainya," kata Netap.
Mantan anggota DPRK Subulussalam mengatakan, program ini bertujuan melatih petani agar mampu membudidayakan sawit dengan benar, sehingga buah yang dihasilkan, tidak hanya bertanda besar tapi juga berkualitas tinggi.
"Kita bersyukur karena Aceh dari diberi kesempatan pertama mengikuti program ini sehubungan rencana pemerintah akan menyalurkan dana replanting tahun depan. Hal juga karena kesiapan pengurus DPW Apkasindo Aceh dan DPD Apkasindo Kota Subulussalam sehingga bisa langsung mengikuti program replanting ini," kata Netap.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Ir Netap Ginting di Subulussalam, Minggu mengatakan, pemerintah di bawah Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan akan menyalurkan dana program replanting senilai Rp45 juta per hektare yang dimulai tahun 2016.
Dana tersebut disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Pembangunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kepada petani mandiri yang membangun kebun dengan dana sendiri tanpa bantuan pemerintah bukan perkebunan inti rakyat (PIR) atau plasma.
"Ini kusus diperuntukan kepada petani mandiri, yang menanam sawit dengan modal sendiri," kata Netap.
Ia menjelaskan, dana senilai Rp45 juta itu digunakan untuk menumbang pohon kelapa sawit yang sudah berumur 25 tahun. Dana itu juga meliputi bibit, ongkos penanaman dan biaya perawatan selama empat tahun.
Ia mengatakan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo Provinsi Aceh mengutus sebanyak 10 petani mandiri untuk mengikuti pelatihan program replanting tanaman kelapa sawit di LPP Kampus Medan, Sumatera Utara, sejak 17-21 November 2015.
Dari jumlah itu empat orang petani sawit asal Kota Subulussalam yakni Darmin Tinambunan, Anes Kebiaken, Safari Barat dan Netap Ginting.
Sedangkan enam petani lainya masing-masing H Syafil Harahab (Kabupaten Aceh Singkil), Syarifudin Samsul (Kabupaten Aceh Barat Daya), M Jamil dan Salman (Kabupaten Nagan Raya) serta Rastanizar dan M Yusuf dari Kabupaten Aceh Timur.
"Ini sebuah kepercayaan bagi petani Subulussalam karena diberi kesempatan lebih banyak dibandingkan perwakilan kabupaten/kota lainya," kata Netap.
Mantan anggota DPRK Subulussalam mengatakan, program ini bertujuan melatih petani agar mampu membudidayakan sawit dengan benar, sehingga buah yang dihasilkan, tidak hanya bertanda besar tapi juga berkualitas tinggi.
"Kita bersyukur karena Aceh dari diberi kesempatan pertama mengikuti program ini sehubungan rencana pemerintah akan menyalurkan dana replanting tahun depan. Hal juga karena kesiapan pengurus DPW Apkasindo Aceh dan DPD Apkasindo Kota Subulussalam sehingga bisa langsung mengikuti program replanting ini," kata Netap.
Pewarta: Pewarta : Sudirman: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.