Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menargetkan produksi padi pada tahun 2016 sebanyak 154,6 ribu ton degan luas tanam 30.322 hektare.
Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Senin mengatakan aktifitas pertanian yang dilaksanakan masyarakat di kawasan itu terus mengalami peningkatan cukup signifikan, baik dari segi luasan maupun produktivitas tanaman padi 5,1 ton/hektare.
"Hasil pertanian Aceh Barat selama ini terus mengalami peningkatan, hal ini tentunya juga tidak terlepas adanya peran TNI AD melalui Bintara pembina desa (babinsa) yang secara aktif melakukan pendampingan kepada kelompok masyarakat," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pencanangan penanaman serentak pencapaian target luas tanam 2016 di wilayah Kabupaten Aceh Barat yang dihadiri muspida dan muspika, unsur pejabat TNI Korem 012 Teuku Umar, serta tokoh masyarakat dan petani di kantor BP3K Kaway XVI.
Alaidinsyah menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan mendukung program kedaulatan pangan nasional yang telah dicanangkan pemerintah pusat, kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergisitas dan dukungan serta partisipasi aktif Pemerintah Daerah.
Sebutnya, pencapaian program tersebut diharapkan dapat menjadikan Negara Indonesia secara umum dan Kabupaten Aceh Barat secara khusus menjadi daerah dengan ketahanan pangan yang handal.
"Presiden Jokowi telah menaruh harapan besar demi terwujudnya swasembada pangan nasional dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Untuk mendukung kesuksesan tersebut tentunnya diperlukan peran kita semua," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, pembangunan pada sektor pertanian menjadi suatu yang sangat penting dan isu strategis karena sektor ini menjadi motor penggerak ekonomi, apalagi pembangunan pertanian memberikan sumbangan besar dalam pembangunan nasional.
Alaidinsyah menyampaikan, sektor pertanian khususnya tanaman pangan identik dengan capaian ketahanan pangan yang diartikan sebagai terpenuhinya pangan dengan ketersediaan yang cukup, tersedianya setiap saat, disetiap daerah, kemudahan dalam memperoleh, aman dikonsumsi dan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Dia berharap, masyarakat petani agar terus bersemangat menjalani aktivitasnya dengan selalu melakukan koordinasi dan konsultasi dengan para pihak terkait sehingga pencanangan penanaman target luas tanam 2016 dapat tercapai.
"Maka melalui program pencapaian terget luas tanam 2016 yang diprakarsai TNI AD, menjadi semangat dan motivasi bagi kita untuk lebih aktif dan giat lagi menyukseskan program nasional ini," katanya menambahkan.
Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Senin mengatakan aktifitas pertanian yang dilaksanakan masyarakat di kawasan itu terus mengalami peningkatan cukup signifikan, baik dari segi luasan maupun produktivitas tanaman padi 5,1 ton/hektare.
"Hasil pertanian Aceh Barat selama ini terus mengalami peningkatan, hal ini tentunya juga tidak terlepas adanya peran TNI AD melalui Bintara pembina desa (babinsa) yang secara aktif melakukan pendampingan kepada kelompok masyarakat," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pencanangan penanaman serentak pencapaian target luas tanam 2016 di wilayah Kabupaten Aceh Barat yang dihadiri muspida dan muspika, unsur pejabat TNI Korem 012 Teuku Umar, serta tokoh masyarakat dan petani di kantor BP3K Kaway XVI.
Alaidinsyah menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan mendukung program kedaulatan pangan nasional yang telah dicanangkan pemerintah pusat, kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergisitas dan dukungan serta partisipasi aktif Pemerintah Daerah.
Sebutnya, pencapaian program tersebut diharapkan dapat menjadikan Negara Indonesia secara umum dan Kabupaten Aceh Barat secara khusus menjadi daerah dengan ketahanan pangan yang handal.
"Presiden Jokowi telah menaruh harapan besar demi terwujudnya swasembada pangan nasional dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Untuk mendukung kesuksesan tersebut tentunnya diperlukan peran kita semua," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, pembangunan pada sektor pertanian menjadi suatu yang sangat penting dan isu strategis karena sektor ini menjadi motor penggerak ekonomi, apalagi pembangunan pertanian memberikan sumbangan besar dalam pembangunan nasional.
Alaidinsyah menyampaikan, sektor pertanian khususnya tanaman pangan identik dengan capaian ketahanan pangan yang diartikan sebagai terpenuhinya pangan dengan ketersediaan yang cukup, tersedianya setiap saat, disetiap daerah, kemudahan dalam memperoleh, aman dikonsumsi dan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Dia berharap, masyarakat petani agar terus bersemangat menjalani aktivitasnya dengan selalu melakukan koordinasi dan konsultasi dengan para pihak terkait sehingga pencanangan penanaman target luas tanam 2016 dapat tercapai.
"Maka melalui program pencapaian terget luas tanam 2016 yang diprakarsai TNI AD, menjadi semangat dan motivasi bagi kita untuk lebih aktif dan giat lagi menyukseskan program nasional ini," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.