"Kehadiran lembaga ini akan dapat mengefektifkan pengawasan terhadap usaha hulu Migas di Aceh," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah pada puncak Hari Nusantara di Pelabuhan Perikanan Lampulo, Banda Aceh, Minggu.
Di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir pada puncak peringatan Hari Nusantara, Zaini mengatakan kehadiran lembaga tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Aceh.
Pihaknya meyakini dengan adanya lembaga tersebut juga dapat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.
Zaini juga meminta kepada Pemerintah Pusat untuk percepatan pembangunan ruas jalan maritim di Aceh antara lain jalan terowongan di kawasan Gunung Paro, Gunung Kulu, Aceh Besar dan Gunung Geurutee yang merupakan ruas jalan nasional menghubungkan Banda Aceh dan Aceh Jaya.
Kemudian jalan tikungan Seunapet di ruas jalan Nasional Lambaro Aceh Besar hingga perbatasan Pidie.
"Kami mohon kiranya Bapak Wakil Presiden berkenan memberikan dukungan bagi terlaksananya pembangunan terowongan dan jalan tersebut yang dananya dapat dianggarkan dalam APBN," katanya.
Zaini juga berharap agar Kementerian Perhubungan dapat menambah Kapal Ferri antar pulau di Aceh, Seperti rute Banda Aceh ke Sabang, Singkil ke Pulau Banyak. Aceh Selatan ke Simeulue dalam upaya peningkatan ekonomi.
Pemerintah Aceh juga meminta dukungan dari Pemerintah Pusat dalam rangka perluasan dan optimalisasi tiga pelabuhan laut sebagai gerbang ekspor impor di Aceh yaitu pelabuhan Sabang, pelabuhan Malahayati di Aceh Besar dan pelabuhan Krueng Geukuh di Aceh Utara.
Dalam peringatan puncak Hari Nusantara yang dipusatkan di ibu kota Provinsi Aceh itu juga hadir sejumlah menteri diantaranya Menristek Dikti M Nasir, Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Pewarta: Pewarta : Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.