Banda Aceh, 7/1 (Antara) - Pengamat komunikasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh A Rani Usman mengatakan Pemerintah Aceh harus mengoptimalkan peran humas untuk mengkomunikasikan pesan-pesan pembangunan dan pencitraan pemerintahan kepada masyarakat.
"Saya berharap Pemerintah Aceh lebih mengoptimalkan peran humas untuk mengkomunikasikan berbagai informasi keberhasilan pembangunan dan pencitraan pemerintahan kepada publik," katanya di Banda Aceh, Selasa.
A Rani Usman yang juga Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry itu menyampaikan hal tersebut terkait adanya aksi unjukrasa Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Aceh (GEMPA) yang meminta Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf, mundur dari jabatannya.
Untuk itu, ia mengatakan peran humas harus lebih kreatif dalam menjembati antara Pemerintah Aceh dengan masyarakat. Melalui peran humas maka masyarakat akan memperoleh informasi sesuai fakta tentang keberhasilan pembangunan di provinsi ini.
"Artinya, Pemerintah Aceh melalui peran yang diberikan kepada bidang kehumasan dapat memberikan informasi yang akurat tentang keberhasilan pembangunan dengan harapan masyarakat dapat mengerti, sehingga tidak terhasut oleh berita yang terkadang menyudutkan pemerintah karena kepentingan tertentu bertujuan politis," kata A Rani.
Selain itu, humas Pemerintah Aceh juga harus aktif merangkul media massa baik cetak maupun elektronik tanpa ada unsur "pilih kasih" untuk menyebarluaskan berbagai informasi pencitraan dan pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintahan dibawah kepemimpinan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf.
"Sosialisasikan berbagai kebijakan pemerintahan melalui media massa secara aktif dan tidak hanya memanfaatkan media tertentu. Banyak program pembangunan prorakyat dijalankan pemerintah seperti bidang kesehatan (JKRA), pemberian beasiswa mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikannya di dalam dan luar negeri," kata A Rani Usman.
Dipihak lain, ia juga menilai aksi unjukrasa aktivis GEMPA yang meminta mundur gubernur dan wagub itu bukan mencerminkan harapan seluruh mahasiswa, sebab mahasiswa seluruh Aceh itu mencapai ratusan ribu orang.
"Saya menilai itu aksi itu bukan mencerminkan suara mahasiwa sebab hanya dilakukan puluhan orang. Bisa saja aksi tersebut juga dilatarbelakangi kepentingan politik kelompok tertentu untuk menjatuhkan pemerintahan Zaini dan Muzakir Manaf. Namun, penting semua itu sebagai koreksi dalam menjalankan roda pemerintahan," katanya menambahkan.

Pewarta: Pewarta: Azhari
Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026