Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Anggota Komisi IX DPR RI Khaidir Abdurrahman mengatakan, kasus kematian ibu dan anak di Provinsi Aceh menjadi perhatian yang serius.
"Saat ini, kasus kematian ibu dan anak menjadi perhatian yang serius di Provinsi Aceh. Kami sangat mengharapkan, semoga kasus ini tidak lagi terjadi peningkatan di setiap tahunnya," katanya di Lhokseumawe, Jumat.
Khadir menambahkan, penyebab kematian ibu dan anak bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infrastruktur kesehatan yang sangat minim dan serta pelayanan medis yang belum ada pemerataan, terutama ke wilayah-wilayah pedalaman.
Makanya, lanjut dia, diperlukan terobosan-terobosan untuk memfokuskan pada kesehatan ibu dan anak, sehingga bisa dilakukan pencegahan sejak dini.
"Hal yang sangat penting adalah perlunya pemerataan pelayanan kesehatan, serta infrastrukturnya juga harus dioptimalkan. Jangan sampai setiap tahun kasus ini terus saja meningkat," tutur Khaidir.
Tambahnya, masalah lain yang perlu diantisipasi adalah mengenai masalah narkoba, sangat banyak generasi muda Aceh yang sudah menggunakan obat-obatan terlarang tersebut.
Akibat dari menggunakan narkoba tersebut, bisa terjangkit berbagai penyakit lainnya, seperti Human Immuno Deficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).
"Coba bayangkan kalau generasi muda Aceh semakin banyak yang menggunakan narkoba, maka semakin banyak kemungkaran yang terjadi. Bahkan bisa saja terserang penyakit-penyakit yang mematikan akibat barang haram tersebut," ungkap Khadir.
Khaidir mengajak seluruh generasi muda Aceh untuk menjauhi narkoba dan apabila masih ada yang menggunakan obat-obatan terlarang tersebut, maka segeralah berhenti dan melakukan pengobatan sampai sembuh.
"Jadilah pemuda yang bisa berkontribusi bagi pembangunan Aceh dan biasa diandalkan, apalagi peran pemuda sangat penting, karena dalam diri pemuda banyak menyimpan potensi-potensi yang terbaik," katanya.
"Saat ini, kasus kematian ibu dan anak menjadi perhatian yang serius di Provinsi Aceh. Kami sangat mengharapkan, semoga kasus ini tidak lagi terjadi peningkatan di setiap tahunnya," katanya di Lhokseumawe, Jumat.
Khadir menambahkan, penyebab kematian ibu dan anak bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infrastruktur kesehatan yang sangat minim dan serta pelayanan medis yang belum ada pemerataan, terutama ke wilayah-wilayah pedalaman.
Makanya, lanjut dia, diperlukan terobosan-terobosan untuk memfokuskan pada kesehatan ibu dan anak, sehingga bisa dilakukan pencegahan sejak dini.
"Hal yang sangat penting adalah perlunya pemerataan pelayanan kesehatan, serta infrastrukturnya juga harus dioptimalkan. Jangan sampai setiap tahun kasus ini terus saja meningkat," tutur Khaidir.
Tambahnya, masalah lain yang perlu diantisipasi adalah mengenai masalah narkoba, sangat banyak generasi muda Aceh yang sudah menggunakan obat-obatan terlarang tersebut.
Akibat dari menggunakan narkoba tersebut, bisa terjangkit berbagai penyakit lainnya, seperti Human Immuno Deficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).
"Coba bayangkan kalau generasi muda Aceh semakin banyak yang menggunakan narkoba, maka semakin banyak kemungkaran yang terjadi. Bahkan bisa saja terserang penyakit-penyakit yang mematikan akibat barang haram tersebut," ungkap Khadir.
Khaidir mengajak seluruh generasi muda Aceh untuk menjauhi narkoba dan apabila masih ada yang menggunakan obat-obatan terlarang tersebut, maka segeralah berhenti dan melakukan pengobatan sampai sembuh.
"Jadilah pemuda yang bisa berkontribusi bagi pembangunan Aceh dan biasa diandalkan, apalagi peran pemuda sangat penting, karena dalam diri pemuda banyak menyimpan potensi-potensi yang terbaik," katanya.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.