"Pemerintah kota akan mengembangkan pasar-pasar tradisional menjadi pasar sehat, sehingga masyarakat mau berbelanja di pasar tradisional," kata Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh usai meresmikan Pasar Seutui. Pasar tradisional tersebut baru selesai direvitalisasi setelah beberapa terakhir menjalani rekonstruksi bangunan.
Untuk mengembangkan pasar sehat, kata Wali Kota Banda Aceh, butuh kesadaran para pedagang dan masyarakat dalam menjaga lingkungan pasar bersih dan teratur.
Pasar sehat tersebut bukan sekadar lingkungannya bersih dan teratur, tetapi juga pasarnya bebas dari zat kimia serta tertib alat ukur, sehingga pembeli merasa nyaman berada di pasar tradisional.
"Untuk menyadarkan pedagang ini tentu butuh waktu. Kami akan terus menyosialisasikan pasar sehat. Dengan pasar sehat, tentu masyarakat mau belanja di pasar tradisional. Apalagi sekarang ini banyak pasar modern di Banda Aceh.
Terkait mulai beroperasinya Pasar Seutui, Wali Kota mengatakan pihaknya akan menggratiskan pedagang yang menempati pasar tersebut. Dan pedagang diharapkan mampu menerapkan pasar sehat di Pasar Seutui.
Sementara itu, Toni Fernandes, pedagang di Pasar Seutui, mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Banda Aceh menjadikan pasar tradisional sebagai pasar sehat.
"Kami mendukung program pasar sehat di Pasar Seutui, sehingga pasar ini lebih rapi, teratur, bebas zat kimia, dan tertib alat ukur. Apalagi di Pasar Seutui ini juga bebas rokok. Kami sangat mendukung program ini," kata dia.
Begitu juga dengan gratis sewa kios dan lapak di Pasar Seutui selama setahun, Toni menyatakan terima kasihnya pemerintah kota telah membantu pedagang memulai usaha setelah sempat terhenti berjualan karena Pasar Seutui dibangun ulang.
"Kami berterima kasih karena diberi kemudahan gratis sewa selama setahun. Kebijakan ini sangat membantu kami, pedagang kecil," ungkap Toni yang mengaku pedagang santan di Pasar Seutui.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.