Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Sebanyak 13 dari 16 pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PAN di Kabupaten Aceh Selatan menolak intervensi DPW PAN Aceh terkait penentuan Ketua DPD PAN Aceh Selatan.
"Kami menolak intervensi DPW PAN Aceh dalam penentuan Ketua DPD PAN Aceh Selatan. Kami hanya ingin PAN Aceh menetapkan ketua yang kami pilih," ungkap Ketua DPC PAN Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Sahril Sah di Banda Aceh, Rabu.
Sahril mengatakan, dirinya dan pengurus DPC lainnya sudah menyampaikan masalah ini kepada pengurus PAN Aceh. Dan PAN Aceh merespons aspirasi pengurus PAN kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan.
Masalah Ketua PAN Aceh Selatan ini sebelumnya sudah dibahas di musyawarah daerah (musda) namun, kata dia, musda berakhir ricuh. Sebanyak 13 DPC menolak nama Ridwan Rahmat yang diusulkan PAN Aceh sebagai ketua formatur.
"Masuknya nama yang bersangkutan jelas melanggar AD/ART partai, walau dia menjabat Ketua PAN periode lalu. Tapi, dia memilih mendukung partai lain saat pilkada Bupati Aceh Selatan pada tahun 2013," kata Sahril Sah.
Sahril Sah menegaskan, 13 dari 16 DPC PAN di Aceh Selatan mendukung dan mendesak PAN Aceh menetapkan Muhammad Hasbi sebagai Ketua PAN Aceh Selatan. Sebab, yang bersangkutan bisa mengayomi semua pengurus kecamatan.
"Kami dan saudara Muhammad Hasbi bisa bekerja sama dengan baik. Kami yakin, PAN Aceh Selatan di bawah kepemimpinannya bisa menjadi lebih baik lagi," kata dia.
Sahril Sah mengatakan, permasalahan Ketua PAN Aceh Selatan ini harus segera dituntaskan, mengingat pemilihan kepala daerah di kabupaten tersebut tidak terlalu lama lagi.
"Jika masalah ini tidak segera dituntaskan, kami khawatir akan berpengaruh kepada dukungan masyarakat terhadap partai. Apalagi PAN bisa mengusung calon sendiri pada pemilihan bupati mendatang," kata Sahril Sah.
"Kami menolak intervensi DPW PAN Aceh dalam penentuan Ketua DPD PAN Aceh Selatan. Kami hanya ingin PAN Aceh menetapkan ketua yang kami pilih," ungkap Ketua DPC PAN Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Sahril Sah di Banda Aceh, Rabu.
Sahril mengatakan, dirinya dan pengurus DPC lainnya sudah menyampaikan masalah ini kepada pengurus PAN Aceh. Dan PAN Aceh merespons aspirasi pengurus PAN kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan.
Masalah Ketua PAN Aceh Selatan ini sebelumnya sudah dibahas di musyawarah daerah (musda) namun, kata dia, musda berakhir ricuh. Sebanyak 13 DPC menolak nama Ridwan Rahmat yang diusulkan PAN Aceh sebagai ketua formatur.
"Masuknya nama yang bersangkutan jelas melanggar AD/ART partai, walau dia menjabat Ketua PAN periode lalu. Tapi, dia memilih mendukung partai lain saat pilkada Bupati Aceh Selatan pada tahun 2013," kata Sahril Sah.
Sahril Sah menegaskan, 13 dari 16 DPC PAN di Aceh Selatan mendukung dan mendesak PAN Aceh menetapkan Muhammad Hasbi sebagai Ketua PAN Aceh Selatan. Sebab, yang bersangkutan bisa mengayomi semua pengurus kecamatan.
"Kami dan saudara Muhammad Hasbi bisa bekerja sama dengan baik. Kami yakin, PAN Aceh Selatan di bawah kepemimpinannya bisa menjadi lebih baik lagi," kata dia.
Sahril Sah mengatakan, permasalahan Ketua PAN Aceh Selatan ini harus segera dituntaskan, mengingat pemilihan kepala daerah di kabupaten tersebut tidak terlalu lama lagi.
"Jika masalah ini tidak segera dituntaskan, kami khawatir akan berpengaruh kepada dukungan masyarakat terhadap partai. Apalagi PAN bisa mengusung calon sendiri pada pemilihan bupati mendatang," kata Sahril Sah.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.