Banda Aceh (ANTARA) - Gubernur Aceh Nova Iriansyah membagikan kendaraan listrik roda dua kepada tim pengumpul data usaha perdagangan dan industri bentukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di 23 kabupaten kota di Aceh.
 
Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Banda Aceh, Jumat, mengatakan pembagian kendaraan roda dua listrik tersebut bentuk dukungan pemerintah daerah, sehingga kinerja mereka bisa lebih maksimal. 
 
"Dukungan diberikan Pemerintah Aceh dengan memberikan sepeda motor listrik yang akan digunakan petugas pengumpul data dan survei lapangan," kata Nova Iriansyah.
 
Selain itu, kendaraan listrik yang dibagikan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Aceh dan  PT WIKA Industri Manufaktur (PT WIMA) sebagai principle dan manufaktur kendaraan listrik merek Gesits.
 
Serta dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional dan mendorong akselerasi tenaga listrik berbasis baterai di Indonesia, kata Nova Iriansyah.
 
"Tidak kalah pentingnya, penggunaan sepeda motor ini untuk mengenalkan kepada masyarakat Aceh tentang kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan," sebut Gubernur Aceh. 
 
Nova Iriansyah menuturkan penggunaan sepeda motor listrik sebagai kendaraan dinas baru dimulai di Provinsi Aceh untuk pertama kalinya. 
 
"Kalau bisa, Aceh menjadi role model. Saya mendukung pihak swasta juga yang ingin menjadi distributor sekaligus menyosialisasikan dan memasarkan secara bisnis, kemudian menjelaskan manfaat motor listrik bagi lingkungan," katanya. 
 
Gubernur Aceh mengatakan sepeda motor listrik yang dibagikan tersebut sifatnya pinjam-pakai di bawah kendali dinas terkait di setiap kabupaten kota.
 
"Kami berharap sepeda motor listrik ini digunakan sebaik-baiknya. Selamat kepada petugas yang mendapat amanah semoga dapat memeliharanya dengan baik," kata Nova Iriansyah. 
 
Senior Manajer Niaga PLN Aceh Yasnedi menyatakan kesiapannya pihaknya mendukung infrastruktur yang diperlukan dalam mendongkrak populasi pengguna kendaraan listrik di Aceh. 
 
"Hingga Februari 2022, ada 267 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang telah dibangun PLN di seluruh tanah air dan ditargetkan 580 unit selesai dibangun pada tahun ini," katanya. 
 
Sementara di Aceh, PLN sudah memasang sebanyak 251 unit stasiun pengisian listrik umum (SPLU) yang tersebar di berbagai kabupaten kota. 
 
Selain SPKLU dan SPLU, PLN juga akan mengadakan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU). 
 
"Jadi, kendaraan listrik, khususnya merek Gesits keluaran terbaru memiliki dua baterai yang bisa menempuh jarak 100 hingga 120 kilometer. Satu baterai bisa menempuh jarak 50 hingga 60 kilometer. Waktu pengisian daya baterainya juga singkat, hanya sekitar dua hingga jam," katanya. 
 
Ia berharap makin masifnya penggunaan kendaraan listrik di Aceh dapat
mendukung program pemerintah terkait pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030 dan masuk net zero emission pada 2060. 
 
"Hal ini juga sejalan dengan peraturan Presiden tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan," kata Yasnedi.
 


Pewarta: Nurul Hasanah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026