Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, masih mempertimbangkan untuk menerapkan sistem kantong plastik berbayar karena pertumbuhan ekonomi masyarakat belum begitu signifikan.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan pada Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah di Meulaboh, Selasa mengatakan, apabila dipaksakan penerapan tersebut sangat mungkin terjadi penolakan dari masyarakat.

"Persoalannya adalah harus ada satuan harga, bila di kota-kota besar ada yang sampai Rp500, kita disini paling kuat Rp200. Kalau terlalu dipaksakan bisa terjadi penolakan, sementara bila dibawah nilai itu sama saja tidak ada efek jera," katanya.

Meski demikian sebut Ronal, pemkab Aceh Barat akan coba menyusun sebuah regulasi qanun (perda) menyangkut pengelolaan sampah berbasis sistem kantong plastik berbayar demikian karena banyak manfaatanya.

Kalaupun kebijakan tersebut lahir tentunya dengan harus memiliki badan hukum yang jelas di Aceh Barat, namun arah kebijakan tetap saja akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat dan bila perlu dilakukan dalam sistem silang.

Sistem silang dimaksudkan Ronal adalah, masyarakat yang berbelanja tidak membawa keranjang, kantong ataupun tempat bawaan, maka akan disediakan kantong plastik berbayar namun disisi lain juga diberikan Door Prize oleh swalayan tertentu.

"Biar ada keseimbanganlah, apalagi untuk kondisi perekonomian masyarakat Aceh Barat ini harus lebih mengutamakan kearifan lokal. Dalam sistem silang itu, kita akan menyediakan kantong plastik berbayar berkerjasama dengan swalayan," sebutnya.

Lebih lanjut Ronal menjelaskan, volume produksi sampah di daerah tersebut belum begitu tinggi, apabilapun terjadi peningkatan tidak terlalu signifikan hanya berkisar 0,05 persen per harinya akibat terjadi penambahan jumlah usaha maupun rumah tangga pengguna kantong plastik.

Kata dia, data terakhir untuk jumlah volume sampah di wilayah cakupan kerja angkutan berkisar 144.000 meter kubik per hari, sementara yang mampu terangkut hanya 94.000 meter kubik atau sekitar 100 ton per hari karena masih terbatas armada.

Terlebih lagi kondisi Tempat Penampungan Akhir (TPA) Mata Ie milik Pemkab Aceh Barat masih sangat mampu menampung volume sampah untuk jangka panjang, apalagi ada pengelolaan sampah yang dilakukan kelompok binaan.

"Aceh Barat sebenarnya bagus juga menerapkan program kantong plastik berbayar ini, tapi kalau untuk dalih penampungan saya pikir kita belum ada kendala. Namun karena ini upaya menekan tingginya volume sampah sangat baik bila dilaksanakan," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026