"Hasil tangkapan ikan yang dibongkar nelayan di PPN Idi, sehari capai 60 ton, jika cuaca baik," kata Kepala UPTD PPN Idi Ermansyah, di Aceh Timur, Selasa.
Baru-baru ini, kata Ermansyah, kondisi laut kembali membaik, sehingga hasil tangkapan nelayan di Aceh Timur ikut kembali melimpah.
“Untuk harga ikan juga kembali normal, karena belum banyak kapal yang merapat ke dermaga, sehingga ikan masih tertampung di pasaran,"kata Ermansyah.
Menurutnya, hasil tangkapan nelayan akan terus melimpah di PPN Idi, setelah para kapal kembali.
"Namun, sayangnya nanti ketika tangkapan melimpah dan penampung terbatas, maka otomatis harganya akan mengalami penurunan," kata Ermansyah.
Ia mengatakan, kondisi tersebut lazim dirasakan para nelayan, di mana saat hasil tangkapan melimpah harga turun dan saat hasil tangkapan minim harga mahal.
"Itu terjadi karena di pelabuhan kita tidak punya tempat penyimpanan atau cold storage yang besar dengan kapasitas di atas 200 ton maka harga ikan ditentukan pembeli saat dilakukan pembongkaran," kata Ermansyah.
Ia mengaku hingga saat ini, para nelayan juga masih menjual ikan ke pengusaha di Medan yang memiliki cold storage.
"Hasil tangkapan nelayan Aceh Timur melimpah, jadi harus langsung dijual, jika tidak maka ikan bisa busuk akibat tidak adanya cold storage, "kata Ermansyah.
Pewarta: HayaturrahmahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.