Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengajak kalangan pemuda mengamankan pantai, sehingga tidak jatuh korban seperti yang dialami seorang siswa  sekolah dasar.

"Kami akan ajak pemuda terlibat aktif mengamankan pantai. Hal ini penting untuk menjaga jangan ada lagi korban yang tenggelam maupun terseret arus saat mandi di pantai," kata Illiza Saaduddin Djamal.

Sebelumnya, seorang bocah sekolah dasar bernama Alkautsar, berusia tujuh tahun, warga Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, hilang setelah terseret arus ketika mandi laut bersama sejumlah temannya di perairan pantai Ulee Lheue.

Korban Alkautsar hilang terseret arus pada Kamis (10/3) sekitar pukul 16.45 WIB. Korban akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Jumat (11/3) dini hari atau sekitar pukul 00.15 WIB.

Wali Kota Banda Aceh itu mengatakan, musibah menimpa Alkautsar, merupakan pengalaman untuk meningkatkan kewaspadaan, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

Menurut Illiza Saaduddin, akan lebih efektif jika pengawasan dan pengamanan pantai dilakukan pemuda setempat. Sebab, pemuda setempat lebih lokasi pantai, termasuk titik rawan terjadinya musibah.

Wali Kota menyebutkan, untuk tahap awal pihaknya akan menyusun standar operasional prosedur atau SOP pengamanan pantai. Standar ini akan dibahas dalam rapat kerja pemerintah kota yang digelar dalam waktu dekat ini.

"Ketika Alkautsar hilang terseret arus, saya terus memantau pencariannya yang melibatkan tim SAR, organisasi Panglima Laot, dan lainnya. Ketika itu, saya berpikir kita butuh SOP terkait masalah ini," kata Illiza Saaduddin Djamal.

Dalam SOP ini, sebut dia, akan diatur bagaimana partisipasi pemuda setempat serta peran para pihak lainnya, sehingga penanganan bencana bisa berjalan efektif dan efisien.

"Selain peran pemuda dalam pengawasan dan pengamanan pantai, saya instansi terkait memasang papan pengumum larangan mandi dan berenang di titik rawan," kata Illiza Saaduddin Djamal.



Pewarta: Pewarta : M Haris SA
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026