Meulaboh (ANTARA Aceh) - Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, memiliki masterplan pembangunan kampus berkelas dunia yang ditargetkan rampung pembangunannya pada 2025.
Rektor UTU Prof Dr Jasman J Makruf, di Meulaboh, Senin mengatakan, saat ini pihaknya sedang berfokus pada masterplan akademik sebagai penunjang membangun kampus sehingga menjadi tujuan pelajar dunia international.
"Masterplan kita sudah siap dipaparkan dan sudah masuk pada Bapenas RI, setelah kampus ini selesai maka saya yakin pelajar di sini bukan hanya dari luar Aceh, tapi dari luar negeri akan kemari," katanya saat dijumpai di gedung rektorat.
Dalam rencanaan pembangunan jangka panjang, kampus tersebut memiliki laboratorium kimia, serta laboratorium pertanian, kelautan dan perikanan serta rencana pembangunan kampus ramah lingkungan memiliki taman dan kebun taman hijau.
Bukan hanya menjadi pusat studi pelajar dalam dan luar negeri, namun diharapkan kampus tersebut menjadi pilot projek pengembangan penelitian berbasis pada dunia industri.
Kata dia, pemerintah pusat telah melihat masterplan yang dibuat untuk jangka panjang, namun diakui tidak akan cukup melalui suntikan dana APBN, karena itu diusulkan perencanaan pembangunan kampus dibantu oleh Islamic Development Bank (IDB).
"Dua leb sudah akan difungsikan, UTU harus menjadi representatif untuk industri, kalau sudah tercapai baru kita bangun grend ekonomi dan segala macam. Untuk pembangunan ini kita minta bantuan IDB melalui pemerintah di Jakarta," sebutnya.
Jasman menyampaikan, dirinya tidak muluk-muluk melahirkan banyak fakultas baru maupun program studi (prodi), namun dengan enam fakultas dan 15 prodi yang tersedia saat ini akan mampu membawa kampus itu kekancah international.
Dengan berbagai pengembangan penelitian dan lulusan terbaik bergerak disektor agribisnis tentunya akan memberi dampak nyata bagi pembangunan perekonomian daerah dan nasional, disamping menjadi perguruan tinggi andalan di Indonesia.
Kata dia, UTU Meulaboh memiliki kor bisnis yaitu Industri berbasis pertanian dan industri berbasis kelautan dan perikanan (Agro and Marine Industries), itu merupakan pola ilmiah pokok di kampus tersebut yang diyakini mampu membawa perubahan perekonomian secara nasional.
"Pola ilmiah pokok kita adalah Agro And Marin Industri, jadi apapun program studi di kampus UTU harus membuat kajian dan pengembanagn ilmunya berkaitan dengan agro and marine industries, kita cukup berfokus kesana," sebutnya.
Prof Dr Jasman J Makruf menambahkan, kampus era saat ini tidak hanya melahirkan sumber daya manusia yang terampil, tapi juga bertangung jawab terhadap semua lulusan agar tidak menganggur karena sempitnya peluang pekerjaan.
Sebutnya, diakui atau tidak saat ini lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan lebih baik, akan tetapi banyak diantara mereka tidak dapat menyalurkan kemampuannya pada dunia usaha karena pintu peluang kerja tertutup rapat akibat perekonimian Indonesia 10 tahun terakhir melambat.
Jasman J Makruf mengatakan, kondisi tersebut berakibat pada tidak adanya pembangunan pabrik, maupun usaha industri yang dapat menyerap tenagakerja, sementara disisi lain jumlah pencari kerja di Indonesia semakin tinggi.
"Solusinya adalah melahirkan mahasiswa berjiwa intrepreneurship. UTU saat ini memberikan modal usaha kepada mahasiswa menanam ubi, sawit, bukan untuk menjadikan mereka petani, tapi mengenalkan kepada mahasiswa bahwa kegiatan itu menguntungkan sehingga disukai," katanya menambahkan.
Rektor UTU Prof Dr Jasman J Makruf, di Meulaboh, Senin mengatakan, saat ini pihaknya sedang berfokus pada masterplan akademik sebagai penunjang membangun kampus sehingga menjadi tujuan pelajar dunia international.
"Masterplan kita sudah siap dipaparkan dan sudah masuk pada Bapenas RI, setelah kampus ini selesai maka saya yakin pelajar di sini bukan hanya dari luar Aceh, tapi dari luar negeri akan kemari," katanya saat dijumpai di gedung rektorat.
Dalam rencanaan pembangunan jangka panjang, kampus tersebut memiliki laboratorium kimia, serta laboratorium pertanian, kelautan dan perikanan serta rencana pembangunan kampus ramah lingkungan memiliki taman dan kebun taman hijau.
Bukan hanya menjadi pusat studi pelajar dalam dan luar negeri, namun diharapkan kampus tersebut menjadi pilot projek pengembangan penelitian berbasis pada dunia industri.
Kata dia, pemerintah pusat telah melihat masterplan yang dibuat untuk jangka panjang, namun diakui tidak akan cukup melalui suntikan dana APBN, karena itu diusulkan perencanaan pembangunan kampus dibantu oleh Islamic Development Bank (IDB).
"Dua leb sudah akan difungsikan, UTU harus menjadi representatif untuk industri, kalau sudah tercapai baru kita bangun grend ekonomi dan segala macam. Untuk pembangunan ini kita minta bantuan IDB melalui pemerintah di Jakarta," sebutnya.
Jasman menyampaikan, dirinya tidak muluk-muluk melahirkan banyak fakultas baru maupun program studi (prodi), namun dengan enam fakultas dan 15 prodi yang tersedia saat ini akan mampu membawa kampus itu kekancah international.
Dengan berbagai pengembangan penelitian dan lulusan terbaik bergerak disektor agribisnis tentunya akan memberi dampak nyata bagi pembangunan perekonomian daerah dan nasional, disamping menjadi perguruan tinggi andalan di Indonesia.
Kata dia, UTU Meulaboh memiliki kor bisnis yaitu Industri berbasis pertanian dan industri berbasis kelautan dan perikanan (Agro and Marine Industries), itu merupakan pola ilmiah pokok di kampus tersebut yang diyakini mampu membawa perubahan perekonomian secara nasional.
"Pola ilmiah pokok kita adalah Agro And Marin Industri, jadi apapun program studi di kampus UTU harus membuat kajian dan pengembanagn ilmunya berkaitan dengan agro and marine industries, kita cukup berfokus kesana," sebutnya.
Prof Dr Jasman J Makruf menambahkan, kampus era saat ini tidak hanya melahirkan sumber daya manusia yang terampil, tapi juga bertangung jawab terhadap semua lulusan agar tidak menganggur karena sempitnya peluang pekerjaan.
Sebutnya, diakui atau tidak saat ini lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan lebih baik, akan tetapi banyak diantara mereka tidak dapat menyalurkan kemampuannya pada dunia usaha karena pintu peluang kerja tertutup rapat akibat perekonimian Indonesia 10 tahun terakhir melambat.
Jasman J Makruf mengatakan, kondisi tersebut berakibat pada tidak adanya pembangunan pabrik, maupun usaha industri yang dapat menyerap tenagakerja, sementara disisi lain jumlah pencari kerja di Indonesia semakin tinggi.
"Solusinya adalah melahirkan mahasiswa berjiwa intrepreneurship. UTU saat ini memberikan modal usaha kepada mahasiswa menanam ubi, sawit, bukan untuk menjadikan mereka petani, tapi mengenalkan kepada mahasiswa bahwa kegiatan itu menguntungkan sehingga disukai," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : Anwar: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.