Meulaboh (ANTARA Aceh) - Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, menerapkan kurikulum berstandar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dalam upaya mempersiapkan lulusan "Agro and Marine Industries" (Industri pertanian dan perikanan).

"Kita hari ini memikirkan bagaimana kurikulum bisa mencapai visi yaitu lulusan yang berjiwa entrepeneurship agro industri pertanian dan perikanan. Product UTU industri berbasis agro dan industri berbasis marine," kata Rektor UTU Meulaboh Prof Dr Jasman J Ma'ruf, di Meulaboh, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan tertulisnya saat membuka acara  Workshop perubahan kurikulum study ilmu sosiologi sesuai dengan standar KKNI yang diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) di aula utama UTU Meulaboh.

Kurikulum standar KKNI disusun berdasarkan kebutuhan dan tujuan khusus perguruan tinggi tersebut yang khas bagi Indonesia untuk menyelaraskan sistem pendidikan dan pelatihan dengan sistem karir lulusan perguruan tinggi.

Rektor Prof Jasman menyampaikan, melahirkan lulusan entrepeneurship industri berbasis pertanian dan industri berbasis kelautan dan perikanan merupakan visi kampus yang menyandang status negeri pada April 2014 itu.

"Universitas harus peka terhadap perubahan lingkungan yang begitu cepat, kurikulum juga harus dinamis. Tangung jawab universitas terhadap lulusan adalah hal yang paling penting dan ini banyak dilupakan oleh banyak universitas yang sudah besar," tegasya.

Lebih lanjut Prof Jasman menyampaikan, ilmu sosiologi paling penting untuk dikembangkan dan dikolaborasikan dengan visi UTU, karena dengan ilmu inilah dapat dimunculkan pemikiran-pemikiran mengerakan kelompok industri.

Dengan terintergrasinya kurikulum demikian, mahasiswa dapat memilih opsi matakuliah tertentu agar memiliki skil dibidang itu, misalnya pertanian dikolaborasikan dengan ilmu pemasaran, maka dapat mengambil matakuliah pada Fakultas Ekonomi.

Doktor of Philosophy (Ph.D) Bidang Managemen Universitas Sains Malaysia ini mengharapkan, memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), jebolan UTU jangan sampai menjadi penonton di negara sendiri.

"Dengan terintegrasinya ilmu ini kita memikirkan bagaimana menggerakan kelompok nelayan dan petani agar lebih produktif. Apalagi memasuki era MEA, kita jangan sampai jadi penonton di negeri kita sendiri," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026