Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh akan mempersembahkan atraksi meracik "kopi khop" (kupi tubruk) dalam acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2016 untuk mempromosikan produk kopi lokal khas daerah di tingkat nasional.

Ketua rombongan tim Kabupaten Aceh Barat H T Ahmad Dadek kepada wartawan di Meulaboh, Rabu menyampaikan, daerahnya menjadi salah satu peserta dalam event diselenggarakan oleh Kemenpan RB yang berlangsung di JK Intrenational Convention Exhibilition Surabaya, Jawa Timur.

"Aceh Barat akan menampilkan dan memperkenalkan atraksi cara meracik kupi khop sebagai salah satu jenis kopi yang populer di Aceh.  Melalui atraksi ini kita berharap akan mampu mempromosikan produk kopi khop khas Aceh Barat ditingkat nasional," sebutnya.

Bagi wisata kuliner di Meulaboh, kopi khop atau dengan nama lain kupi tubruk, warna dan aromanya tidak jauh berbeda dengan minuman kopi-kopi biasa, hanya saja bentuk penyajian dalam gelas terbalik dan ditutup kemudian bahan baku biji kopinya tidak dibuang dan cara meminumnyapun harus menggunakan sedotan (pipet).

Ahmad Dadek yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Aceh Barat ini menyebutkan, pameran tersebut dijadwalkan  dibuka oleh kemantrian terkait dan berlangsung selama tiga hari yakni sejak 31 Maret-2 April 2016.

Kesertaan Kabupaten Aceh Barat dalam pameran itu karena program Coorporate Social Responcibility (CSR) untuk rakyat terpilih sebagai inovasi kedua katagori kabupaten, dari 40 inovasi pelayanan publik terbaik nasional 2016 untuk katagori Pemerintah Kabupaten yang diikuti oleh 300 kabupaten di Indonesia.

Pada acara pembukaan juga diserahkan penghargaan untuk seluruh Pemerintah Kabupaten terpilih sebagai wujud apresiasi dari pemerintah pusat atas inovasi pelayanan publik yang telah dilaksanakan oleh kabupaten di Indonesia.

"Rencananya pembukaan dan penghargaan dalam pameran ini akan dihadiri langsung oleh Menpan RB bapak Yuddy Crisnandi. Penampilan atraksi kupi khop ini hanya bagian dari semua produk khas daerah yang kita tampilkan," jelasnya.

Ahmad Dadek menambahkan, terpilihnya program CSR untuk rakyat sebagai inovasi publik terbaik nasional harus menjadi pemicu untuk seluruh perangkat pemerintah daerah kedepan lebih baik dalam pelayanan.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam stand Kabupaten Aceh Barat selain dipamerkan tentang program CRS untuk rakyat, tidak ketinggalan pula penampilan aneka kerajinan tangan hasil karya dari daerah seperti sulam benang emas dan aksesories khas daerah lain.

Salah satu yang diharapkan adalah, kedepan lahirnya program dan kegiatan inovatif yang mampu memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat dalam pembangunan ekonomi sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

"Masih banyak persoalan daerah yang membutuhkan ide dan inovasi yang tepat guna menghasilkan solusi mengatasi persoalan yang ada, dengan demikian dampak nyata kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan," sebutnya.
   


Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026