Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Aceh akan berupaya melakukan pengadaan komputer hingga daerah-daerah terpencil di provinsi ujung paling barat Indonesia itu di masa mendatang guna meminimalisir kecurangan ujian nasional (UN).

"Kita akan programkan (pengadaan) komputer hingga ke daerah terpencil seperti di Pulau Banyak dan Pulo Aceh. Anggaran untuk pendidikan dialokasikan hingga 20 persen dari total belanja APBA," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah di Aceh Timur, Senin.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela memantau pelaksanaan ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat) di Aceh Timur. Pelaksanaan UN tersebut berlangsung secara serentak secara nasional pada 4 sampai 7 April 2016.

Menurut dia, tingkat kecurangan ujian nasional akan semakin kecil seiring meningkatnya jumlah pelaksanaan UN dengan menggunakan komputer.

"Insya Allah tahun depan, Pemerintah Aceh akan mengusahakan pengadaan komputer hingga ke seluruh pelosok Aceh. Ini dilakukan untuk mencegah kecurangan,"katanya.  
   
Ia menambahkan sector pendidikan merupakan salah satu prioritas utama yang akan terus ditingkatkan oleh pemerintah di daerah berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Hasanuddin Darjo mengatakan komitmen pemerintah yang tinggi untuk sektor pendidikan akan mampu mendongkrak kualitas pendidikan di Aceh di msa mendatang.

Ia menambahkan, tingkat kelulusan tiap tahunnya terus meningkat yakni pada tahun 2014 rata-rata nilai kelulusan di Aceh adalah 5,6 meningkat menjadi 6,5 di tahun 2015.    
   
"Kami yakin capaian yang di raih tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya," katanya.

Data Dinas Pendidikan Provinsi Aceh menyebutkan jumlah peserta ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat di provinsi tersebut pada tahun 2016 tercatat sebanyak 69.620 orang.



Pewarta: Pewarta : Muhammad Ifdhal
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026