Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Aceh tumbuh sebesar 4,36 persen pada triwulan II-2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), sehingga menunjukkan pemulihan ekonomi Aceh terus berlanjut.

“Mulai dari triwulan II-2021 hingga sekarang perekonomian Aceh selalu mengalami pertumbuhan positif,” kata Koordinator Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Aceh Tasdik Ilhamudin di Banda Aceh, Jumat.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Aceh sebesar 4,36 persen berasal dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga maupun PDRB atas dasar harga konstan.

Pada triwulan II-2022, PDRB atas dasar harga mencapai Rp51,79 triliun atau meningkat dari triwulan II tahun sebelumnya sebesar 45,39 triliun.

Sementara PDRB atas harga konstan juga membaik dari Rp33,10 triliun pada triwulan II-2021 menjadi Rp34,54 triliun pada triwulan II tahun ini.

Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quartal-to-quartal/qtq), perekonomian provinsi berjulukan Tanah Rencong itu juga berhasil tumbuh sebesar 4,27 persen.

Secara kumulatif, lanjut Tasdik, pertumbuhan ekonomi Aceh semester I-2022 tumbuh 3,81 persen terhadap paruh pertama tahun lalu.

Pertumbuhan menurut lapangan usaha triwulan II-2022, kata dia, hampir semuanya sektor usaha di Aceh memberi kontribusi positif, kecuali tiga sektor yaitu konstruksi, jasa keuangan dan administrasi pemerintahan.

“Untuk yoy ini pertumbuhan paling tinggi dialami penyediaan akomodasi makan dan minum, jasa perusahaan, jasa lainnya serta pertambangan dan penggalian,” katanya.

Selanjutnya, untuk pertumbuhan PDRB tertinggi, secara q-q menurut lapangan usaha pada triwulan II tahun ini , pertumbuhan tertinggi dialami sektor administrasi pemerintahan yang mencapai 18,96 persen, industri pengolahan 17,68 persen dan jasa perusahaan 8,69 persen.

Sementara untuk secara yoy, pertumbuhan tertinggi dari penyediaan akomodasi makan dan minum sebesar 48,90 persen, jasa perusahaan 27,27 persen dan pertambangan dan penggalian 25,24 persen.

“Sumber pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan II-2022 ini secara yoy sektor tertinggi adalah pertambangan dan penggalian 1,66 persen, kemudian sektor transportasi 0,78 persen, jasa kesehatan 0,73 persen, informasi dan komunikasi 0,65 persen,” katanya.
 

Pewarta: Khalis Surry
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026