Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Harga pinang kering di tingkat petani di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dalam dua bulan terakhir ini masih bertahan, yakni Rp18 ribu per kilogram, karena permintaan dan persediaan barang tetap stabil.
Bukhari salah seorang petani di Kecamatan Simpang Kramat, Rabu menyatakan, kondisi harga pinang bulat yang tergolong tinggi itu masih sangat menguntungkan petani dan berharap terus bertahan.
Sementara untuk jenis pinang kering belah, harganya lebih rendah sedikit bila dibandingkan dengan harga pinang kering bulat. Selain itu juga tergantung dari mutu pinang dengan kadar air yang rendah, terang dia.
Sebutnya lagi, daya beli pinang yang tinggi, sangat menguntungkan petani di daerah itu. Apalagi, kondisi harga yang demikian bertahan lama.
"Saat harga pinang yang tinggi seperti ini, sangat menguntungkan bagi kami petani. Semoga saja, harga pinang yang tinggi ini, tetap bertahan lama agar kami dapat lebih sejahtera," ucap Bukhari.
Ia menyebutkan, hasil panen pinang tersebut dibeli oleh pedagang pengumpul yang masuk ke kampung-kampung dan rumah penduduk yang memiliki komoditi itu.
Selanjutnya dijual ke agen sebelum dibawa keluar daerah untuk diekspor.
Sebelumnya, pada awal tahun 2016, harga pinang hanya Rp12 ribu/Kg, sedangkan pinang basah Rp8.000/Kg. Namun seiring produksinya mulai berkurang, harga pinang kembali membaik menjadi Rp18 ribu/Kg.
Komoditi pinang di Aceh Utara menjadi salah satu usaha masyarakat di wilayah pedalaman, selain daripada beberapa jenis komoditi perkebunan lainnya seperti, sawit, kakao dan karet.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026