Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Peternakan kabupaten setempat memantau harga jual daging sapi pada hari pemotongan hewan "Meugang" kedua menjelang Ramadhan 1437 Hijriah di Pasar Induk Lambaro, Minggu.
Dalam pantauan harga daging sapi di Pasar Induk Lambaro Aceh Besar tersebut, Kadis Peternakan Aceh Besar, Ahmad Tarmizi juga turun didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Aceh Besar, Taufik
"Harga daging sapi yang dijual di pasaran memang naik dari hari biasa, tapi kenaikannya hampir sama dengan meugang sebelumnya sekitar Rp150 ribu per kilogram," kata Kadis Peternakan Aceh Besar, Ahmad Tarmizi.
Ia menjelaskan peninjauan pasar tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Aceh Besar dalam memastikan persediaan daging dan sembako di pasar induk Lambaro mencukupi.
Tarmizi mengatakan harga daging dan sejumlah kebutuhan pokok tidak ada kenaikan yang signifikan.
Alhamdullilah, harga daging masih normal seperti meugang tahun lalu yakni bekisar Rp140 Ribu hingga Rp150 Ribu per kilogram, katanya.
Menurut dia, harga daging di Aceh Besar dijual dari Rp140 ribu sampai Rp150 ribu perkilogram masih wajar, karena pedagang menjual daging yang berkualitas bagus bukan daging impor.
Tidak mungkin pedagang kita menjual harga daging lokal di bawah Rp100 ribu per kilogram sebab harga beli juga cukup tinggi. Lima tahun sebelumnya saja harga daging sudah mencapai Rp120 ribu per kilogram, katanya.
Ia mengatakan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu mengkonsumsi daging saat meugang.
Masyarakat kita tidak mau membeli kalau daging kualitas tidak bagus, katanya.
Kadisperindagkop dan UKM Kabupaten Aceh Besar, Taufik mengatakan pihaknya terus memantau pasokan dan persediaan barang guna memastikan berbagai kebutuhan tersedia dengan cukup di pasaran.
"Kelancaran pasokan dan persediaan yang memadai juga salah satu bagian agar barang tidak langka di pasaran," katanya.
Pewarta: Pewarta : M Ifdhal Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.