Kuala Simpang (ANTARA Aceh) - Aksi pencurian minyak mentah milik Pertamina EP Field Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, akhir-akhir ini meningkat, sehingga berpengaruh terhadap turunnya produksi.

Legal and Relation Asisten Manager Pertamina EP Field Rantau, H Jufry SE kepada wartawan di Kuala Simpang, Jumat menyatakan, pencurian yang terjadi di beberapa titik itu dilakukan dengan cara mengebor pipa asupan minyak mentah.

Wilayah rawan pencurian minyak mentah berada di titik Desa Bukit Seumadam, Palmerah Sei Liput dan Desa Minuran, di Kualasimpang.

Dikatakan, biasa pelaku menggunakan mata bor untuk membocorkan pipa aliran minyak mentah yang kemudian disambungkan dengan pipa yang panjangnya mencapai 200 meter dari lokasi untuk mengelabui pihak Pertamina.

"Kita tidak menampik adanya indikasi pencurian minyak dengan cara mengebor pipa asupan minyak Pertamina. Hasil patroli rutin yang dilakukan oleh Pertamina EP, memang terdapat pipa-pipa asupan yang bocor akibat pencurian dengan menggunakan mata bor," katanya.

Saat ditanya pihak-pihak yang melakukan pencurian minyak mentah tersebut, dia mengatakan, belum bisa mengidentifikasikan, namun dari beberapa kali pencurian minyak, pelakunya orang-orang yang sudah terbiasa dan sangat profesional, artinya pelaku tau bagaimana cara membocorkan pipa asupan tanpa menimbulkan efek bahaya kebakaran.

Dia minta, pihak-pihak terkait turut berpartisipasi untuk sama-sama mengawasi terjadinya praktik pencurian minyak, jika melihat pelaku membocorkan pipa asupan, segera melapor ke pihak Pertamina, tujuannya untuk meminimalisir afek pencurian minyak.

Salah seorang warga Desa Semadam, Suk (55) mengatakan, dirinya ada beberapa kali memergoki pencuri minyak mentah Pertamina EP di wilayah desanya ketika dirinya hendak ke ladang.

"Ketika pencuri melihat saya, langsung kabur, dengan meninggalkan alat-alat buktinya. Karena tidak punya kepentingan, saya tidak mengambil alat bukti itu dan meninggalkannya begitu saja," katanya.



Pewarta: Pewarta: Syawaluddin
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026