Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menyatakan kenaikan harga bahan makanan di pasaran pada Juli 2016 di Provinsi Aceh menjadi salah satu pemicu inflasi yang terjadi pada bulan tersebut sebesar 0,52 persen.

"Kenaikan harga pada bulan tersebut bertepatan dengan lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah dan juga bertepatan dengan masa masuk sekolah," kata Kabid Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Darmawan di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan kelompok yang andil terhadap inflasi tersebut yakni bahan makanan andil bagian sebesar 1,70 persen dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,09 persen.

Darmawan menyebutkan dari pemantuan inflasi di Aceh pada Juli 2016 Kota Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 0,73 persen, Lhokseumawe sebesar 0,15 persen dan Meulaboh 0,41 persen, sehingga secara agregat provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,52 persen.

Lebih rinci ia menjelaskan komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Juli di antara lain udang basah, daging ayam, angkutan udara dan telepon seluler. Sementara beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain ayam hidup, daging sapi dan semen.

Ia menyebutkan dari 114 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga pada Juli 2016, sebanyak 72 jenis menunjukkan kenaikan dan 42 jenis menunjukkan adanya penurunan harga.

Dermawan menambahkan laju inflasi tahun 2016 hingga bulan Juli di Banda Aceh sebesar 1,84 persen, Lhokseumawe 0,75 persen. Meulaboh sebesar 1,58 persen Sn Aceh sebesar 1,48 persen.

Selanjutnya inflasi year on year atau Juli 2016 terhadap Juli 2015 Banda Aceh sebesar 2,14 persen, Lhokseumawe 2,87 persen, dan Meulaboh 1,75 persen, Provinsi Aceh sebesar 2,31 persen.
    


Pewarta: Muhammad Ifdhal
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026