Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Sudarmo mengingatkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang menjadi peserta pilkada tidak mengintimidasi masyarakat.
"Biarkan masyarakat memilih sesuai hati nuraninya," kata Sudarmo di Banda Aceh, Sabtu.
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh mengatakan, pemilihan kepala daerah merupakan kesempatan bagi masyarakat Aceh menentukan pemimpinnya untuk masa lima tahun ke depan.
Jadi, kata dia, biarkan masyarakat Aceh memilih pemimpinnya sesuai dengan pilihan dan hati nuraninya. Jangan paksa masyarakat yang tidak sesuai dengan kehendaknya.
"Bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, kami mengharapkan harus mampu menciptakan situasi kondusif, aman dan damai," kata Sudarmo menyebutkan.
Ia menegaskan pasangan calon tidak memberikan intimidasi dan ancaman yang menimbulkan keresahan masyarakat. Apalagi keresahan tersebut menimbulkan korban.
Sebelumnya, kata Sudarmo, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sudah menandatangani deklarasi pilkada damai dan berintegritas. Deklarasi tersebut merupakan komitmen pasangan calon mewujudkan pilkada damai, berintegritas serta terlaksana dengan demokratis, kata dia.
"Pilkada ini merupakan kesempatan bagi masyarakat Aceh memilih pemimpinnya. Biarkan masyarakat memilih dengan tanpa ketakutan, tanpa intimidasi, dan kekerasan," kata dia.
Kepada penyelenggara pilkada, sebut Sudarmo, baik Komisi Independen Pemilihan (KIP) maupun Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) beserta jajarannya untuk tetap menjaga integritas dan netralitasnya.
"Penyelenggara pilkada diingatkan tidak berpihak kepada pasangan calon tertentu. Biarkan pasangan calon berkompetisi merebut simpatik masyarakat," kata Sudarmo.
Pilkada di Provinsi Aceh digelar 15 Februari 2017. Pilkada itu digelar serentak antara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017-2022 dengan pemilihan 20 dari 23 bupati/wali kota dan wakil di Provinsi Aceh.
Pewarta: M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.