Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Tim relawan gabungan akhirnya menemukan Safi'i (51), warga Desa Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, dalam keadaan tidak bernyawa, akibat terseret arus sungai pada Minggu (20/11).
Camat Trumon Timur, T Masrizar kepada wartawan Rabu menyatakan, korban yang ditemukan Selasa (22/11) itu mengapung di pinggir sungai Desa Cot Bayu, yang berjarak sekitar 10 Km dari lokasi tempat kejadian pertama.
"Alhamdulillah, setelah dilakukan proses pencarian selama dua hari dua malam akhirnya korban terseret arus bernama Safi'i berhasil ditemukan oleh tim pencari pada Selasa sekitar pukul 10.15 WIB," katanya.
Saat ditemukan, sambung Masrizar, kondisi jasad korban sangat mengenaskan. Tubuh korban sudah mulai mengembung. Tapi celana jeans yang dikenakan korban masih melekat di badannya kecuali baju yang sudah terbuka.
"Tubuh korban sudah mulai kembung diperkirakan karena sudah dua hari dua malam tenggelam dalam air," ungkapnya.
Dengan penemuan ini, lanjut Camat Trumon Timur, maka proses pencarian korban hilang sudah ditutup.
Pihaknya atas nama Muspika dan seluruh masyarakat Trumon Timur mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBK, Satgas SAR dan Polres Aceh Selatan yang sudah bekerja keras mencari korban sejak Minggu hingga korban berhasil ditemukan pada Selasa.
Masrizar menjelaskan, korban bernama Safi'i merupakan seorang petani miskin yang sehari-harinya sering bekerja serabutan.
"Demi untuk menafkahi keluarganya, dia rela bekerja apa saja yang disuruh orang, asal memberi penghasilan," ujar Masrizar.
Pada hari naas itu, kata dia, Safi'i yang berdomisili di Desa Jambo Dalem bekerja di Desa Pinto Rimba yang berjarak sekitar 5 Km dari rumahnya.
"Pada Minggu sore ketika mau pulang ke rumahnya dia bersama dengan 2 rekannya mencari sayuran diseberang sungai Pinto Rimba. Setelah memetik sayuran dia langsung berenang menyeberangi sungai. Sementara sayuran yang telah mereka petik dibawa oleh dua orang temannya yang menyeberang sungai menggunakan ban mobil bekas," katanya.
Di tengah sungai Safi'i terseret derasnya air sungai . Masyarakat kedua desa dibantu Satgas SAR , BPBK dan petugas Polres Aceh Selatan langsung memberikan pertolongan mencari keberadaan korban, cerita Masrizar.
Menurutnya, karena berbagai upaya telah dilakukan oleh tim pencari namun belum berhasil menemukan korban karena arus sungai sangat deras dan dalam. Akhirnya pada Selasa pagi tim pencari bersama masyarakat setempat mendatangkan tiga orang pintar supranatural.
Tidak hanya itu, kata Masrizar, sejumlah ibu-ibu desa setempat juga membantu mempercepat penemuan korban dengan cara membaca Yasin didekat tempat kejadian pertama.
Pewarta: HendrikUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.