Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Prof Apridar mengingatkan kepala sekolah SMA/SMK/MA untuk mengisi data sekolah dan siswa peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 ke dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) mulai 14 Januari 2017.
"Berdasarkan pengalaman, seringkali ada pihak sekolah mendaftarkan siswanya namun tidak mendaftar bidikmisi. Padahal, itu harus bersamaan. Sehingga, ketika lulus di kampus, siswanya merasa kok tidak terdaftar menjadi peserta SNMPTN bidikmisi," kata Apridar di Lhokseumawe, Sabtu.
Ia menjelaskan, untuk pengisian data dimaksud dapat dilakukan melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id. Sementara itu, khusus untuk siswa kurang mampu namun ingin mendaftar ke perguruan tinggi negeri bisa mendaftarkan beasiswa bidikmisi melalui laman http://belmawa.ristekdikti.go.id/bidikmisi.
Dia menyebutkan, agar tidak terulang persoalan yang sama, diharapkan kepala sekolah, orang tua siswa dan siswa jeli melihat persyaratan pendaftaran SNMPTN tahun ini.
Ia juga menyebut, dalam PDSS harus diisi biodata siswa, pilihan perguruan tinggi negeri, program studi, pasfoto, nilai rapor, dokumen prestasi tambahan, dan mencetak kartu tanda bukti peserta SNMPTN.
Ada pun tahapan SNMPTN tahun 2017, yaitu pengisisan PDSS sejak 14 Januari - 10 Februari 2017, verifikasi PDSS 15 Januari-12 Februari 2017. Pendaftaran SNMPTN 21 Februari - 6 Maret 2017. Pencetakan kartu tanda peserta 14 Maret - 14 April 2017.
Kemudian, proses seleksi 15 Maret-15 April 2017 serta pengumuman hasil seleksi pada 26 April 2017.
"Khusus Unimal kami membuka 29 jurusan yang masuk dalam SNMPTN 2017. Kami harap, ini menjadi perhatian bagi orang tua, siswa dan pihak sekolah. Jangan sampai ada siswa kita yang tidak terdaftar hanya karena tidak paham teknis pendaftaran," katanya.
Ia juga menambahkan, khusus Unimal, bagi peserta yang tidak paham cara mendaftar bisa menanyakan langsung ke Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Malikussaleh setiap hari kerja.
Pewarta: MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.