Banda Aceh (ANTARA Aceh) Pemilihan gubernur dan wakil gubernur periode 2017-2022 kian dekat. Ajang kontestasi lima tahunan itu, diprediksi banyak pihak akan dimenangkan pasangan nomor urut 5, yakni Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem yang berpasangan dengan TA Khalid. 

Optimisme kemenangan Mualem-TA Khalid disampaikan sejumlah pihak, yakni Partai partai pendukung mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut. 
 
Beberapa alasan yang dikemukan para politisi yang ditemui secara terpisah, Selasa (24/1) bahwa kemenangan Mualem mutlak sangat penting bagi penciptaan stabilitas politik, keamanan dan juga pemerintahan di Aceh. Karena, Mualem mampu bersinergi dengan DPRA, yang notabene  65 persen adalah pendukung partai koalisi yang menguasai kursi DPR Aceh.
 
Ketua DPW PAN Aceh, Anwar Ahmad di Banda Aceh, Selasa menerangkan, walau pihaknya secara politik berbeda pandangan dengan keputusan DPP, namun dari hasil kajian dan telaah yang Ia lakukan dan kawan, dukungan pihaknya kepada Mualem disandarkan kesamaan visi dalam melihat kepentingan rakyat Aceh kedepan.
 
Ada beberapa kajian yang PAN Aceh yang menjadikan dasar penting bagi dukungan kepada Mualem dan mengapa Muzakir Manaf harus menang pada Pilkada 2017, sebut Anwar Ahmad.
 
Kemenangan Mualem, lanjutnya, akan menciptakan situasi keamanan, sebab figur Muzakir Manaf yang merupakan tokoh penting dalam sejarah pergerakan Aceh Merdeka, dinilai pihaknya mampu mengontrol dan mengendalikan hal tersebut.
 
Dari sisi lainnya, kata Anwar, PAN melihat secara politik, Mualem sebagai Ketua umum Partai Aceh (PA), yang saat ini merupakan organisasi politik terbesar di Aceh secara perolehan suara di Parlemen. Sehingga sambungnya, jika Mualem menjadi Gubernur Aceh, akan mampu mengelola dan menjalankan pemerintahan secara lebih baik.
 
Nah, PAN Aceh akan berada sama barisan untuk mengawal dan mengawasi nantinya, sehingga kedepan kemenangan ini dapat diarahkan bagi kepentingan rakyat yang lebih luas, tuturnya.
 
Dalam perjalanan Aceh pasca damai, jelasnya, sebagai mantan Panglima GAM, Mualem juga belum pernah menduduki peran yang strategis dalam pemerintahan, karena itu, dalam perspektif keberlangsungan perdamaian Aceh, penting untuk memberikan kesempatan bagi beliau, tambahnya.
 
Walau DPW PAN Aceh berbeda sikap dengan DPP, namun dukungan dirinya dan kawan kawan PAN di Aceh terhadap Mualem, tidak didasarkan pada kepentingan PAN semata, namun jauh daripada itu untuk kemaslahatan rakyat Aceh dan kesinambungan pembangunan daerah ini kedepan, terang Anwar.
 
Dengan dukungan kekuatan Parlemen yang besar, maka salah satu hal terpenting bagi stabilitas Pemerintahan adalah soal pengesahan anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) yang pasti akan lebih tertib dan telat waktu sebab mendapatkan dukungan parlemen.
 
Hal serupa disampaikan oleh Sekretaris DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Aceh, Zulmahdi Hasan. Menurut dia partainya dan Muzakir Manaf punya pandangan yang sama dalam melihat Aceh kedepan, sehingga platform kesamaan inilah yang menjadi dasar bagi pihaknya untuk mendukung Mualem.
 
Dukungan rakyat yang luas, ditambah dengan jumlah kursi yang dimiliki Mualem sebagai Ketum Partai Aceh di parlemen yang besar, maka akan memudahkan sinkronisasi jalannya pemerintahan dari sisi hubungan legislatif dan eksekutif nantinya.
 
Karena itu, dirinya sangat yakin, Muzakir Manaf dan TA Khalid akan memenangkan konstestasi pada Pilkada 2017 nanti. "PBB Aceh sudah ikrar diri, dan akan bekerja penuh bagi kemenangan Mualem," tandasnya.
 
Disharmoni Eksekutif-Legislatif bikin kacau
 
Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kautsar, SHi mengakui, sejak 2014 hubungan antara legislatif dan eksekutif sangat tidak harmonis, dan dapat dikatakan kacau. Hubungan yang kurang baik antara Gubernur Aceh dan Mualem, berdampak pada disharmonisasi, atau tidak harmonisnya jalannya pemerintahan di Aceh. Dan hal tersebut, ungkap Kautsar, berdampak pada pengesahan APBA yang tidak pernah tepat waktu.
 
"APBA dalam sejarahnya dapat selesai tepat waktu pada 2013, dan saat itu hubungan antara gubernur dan Mualem masih positif," ungkapnya.
 
Itulah sebabnya, kata Kautsar, kenapa kemenangan Mualem menjadi penting bagi stabilitas dan efektifitas jalannya pemerintahan kedepan, sebab, sambungannya, kebuntuan yang selama ini terjadi antara eksekutif dan legislatif, Mualem selalu hadir untuk mencairkan ketegangan dan suasana.
 
Nah, dengan koalisi partai pendukung Mualem saat ini, kedepan saat Mualem menjadi Gubernur Aceh, tentu kekuatan Parlemen sebagai pengusungnya akan mendukung secara penuh jalannya roda Pemerintahan selama lima tahun Muzakir Manaf nantinya.
 
Dan selama ini, pengalaman dirinya sebagai anggota parlemen, Ia melihat Mualem figur tokoh partai yang mampu berkomunikasi dengan baik dengan setiap elemen. "Saya melihat kawan kawan di DPRA dari partai lainnya juga sangat nyaman berkomunikasi dengan beliau," ungkap Kautsar.
 
Karena itu, saat Mualem nantinya memimpin Aceh, dapat dipastikan APBA akan disahkan tepat waktu, pembangunan akan berjalan baik dan efektif, dan kekuatan eksekutif akan maksimal sebab didukung mayoritas parlemen, lanjutnya.
 
Saat ditanyakan Waspada opitimisme Partai Aceh terhadap kemenangan Mualem, Kautsar dengan penuh semangat mengatakan keyakinannya. "Kami sangat optimis Mualem akan jadi gubernur pada pemilihan 15 Februarimendatang," tegas Kautsar.
 
Optimisme tersebut tentu bukan tanpa dasar, terang Kautsar, dengan kekuatan yang didukung oleh PA dan KPA yang memiliki memiliki strutkur organisasi hingga ke level gampong, dan juga kader yang ideologis dan militan maka kemenangan Mualem sudah diprediksikan jauh hari.
 
"Kader PA dan KPA punya pengalaman dalam pemenangan Pemilu 2007, 2012 dan Pemilu legislatif 2014," jelasnya.
 
Selain itu juga, sebagai kekuatan organisasi politik besar di Aceh, PA memiliki kader kader yang duduk di parlemen, baik di DPRA maupun DPRK, yang juga bekerja penuh bagi kemenangan Mualem. 
 
"Partai Aceh juga punya kader yang menjabat bupati di kabupaten dan kota, ini juga merupakan modal kuat bagi pemenangan Mualem," tegasnya.
 
Dengan didukung Ulama, partai nasional, dan elemen rakyat lainnya, maka gelombang kemenangan Mualem sudah tidak dapat terbendung, hal ini terlihat dari besarnya animo masyarakat dalam setiap kampanye dialogis maupun kampanye terbuka yang dihadiri Mualem. "Insya Allah Gubernur Aceh 2017-2022 adalah Muzakir Manaf," tandasnya.
 
Mualem mampu bersinergi dengan Parlemen
 
Terpisah, Ketua Fraksi Partai Gerindra/PKS Dewan Perwakilan Rakyat Aceh DPRA, Drs. H. Abdurrahman Ahmad menyatakan bahwa sosok Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem memiliki kemampuan menjalankan Pemerintahan Aceh dengan baik.
 
Menurut Abdurahman,dalam menjalankan pemerintahan harus terjadi kesepakatan antara kedua belah pihah yakni unsur eksekutif dan legeslatif, bila satu sisi  pihak pemerintah yaitu eksekutif menjalankan pemerintahan tanpa ada persetujuan dan dukungan dari unsur Legeslatif maka tidak akan efektif. Demikian juga bila legeslatif menjalankan sesuatu program ketika tidak didukung oleh eksekutif/gubernur dan perangkatnya juga tidak akan jalan.
 
"Sehingga sinergisitas perlu dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah, kalau kita lihat sosok Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem ini terpilih menjadi gubernur Aceh mendatang, seluruh program pemerintahan akan berjalan dengan baik tanpa hambatan karena Mualem menguasai lebih setengah jumlah kursi parlemen Aceh di DPRA," ujar Abdurahman. 
 
Jadi, sesuai pengalamannya di DPRA periode ke dua, ketika terjadi sinergisitas antara legeslatif dan eksekutif akan sangat mudah melakukan koordiansi dan sebagainya seperti pembahasan anggaran tidak akan ada hambatan.
 
"Muzakir Manaf adalah Ketua Umum Partai Aceh yang menguasai parlemen di DPRA. disisi lain juga ada partai pendukung yang sudah sepakat mendukung Mualem tentunya sudah sepakat mendukung program-programnya ke depan, dalam hal pelaksanaan program saya pikir akan sangat mudah dan tidak ada hambatan. Namun bila ada persoalan sudah tentu akan didiskusikan dulu hingga mencapai kesepakatan tanpa berlaru-larut, ini suatu kelebihan menurut saya, tapi ketika kepala daerah itu tidak didukung oleh parlemen yang kuat tentu dia akan agak susah melaksanakan program pemerintahan," ujar Abdurahman.
 
Ia menyebutkan, bila seorang kepala daerah mengandalkan Pergub dalam menjalankan anggaran, maka harus diingat pergub itu terbatas tidak bisa melaksanakan program kegiatan dan lain-lainnya juga dapat merugikan daerah. "Saya melihat Mualem ini mempunyai kemampuan cukup besar dengan didukung oleh parlemen dalam hal kerja pemerintahan menyangkut hubungan kerja antara legeslatin eksekutif akan sangat mudah koordinasinya dan insyaAllah tidak ada hambatan dan akan mudah mencapai tujuan pembangunan ini karena saling sepaham antara Muzakir Manaf dan DPRA," sebut Ketua Fraksi GERINDRA-PKS di DPRA ini.
 
Bila terpilih nanti kita mengusulkan, pertama sekali yang harus dibenahi adalah data base daerah; seperti jumlah penduduk Aceh, jumlah orang miskin, jumlah anak yatim, jumlah rumah dhuafa, jumlah anak putus sekolah, jumlah pengangguran. Selama ini persoalan tersebut tidak kunjung selesai, seperti jumlah pembangunan rumah dhuafa jumlah orang miskin setiap tahunnya bertambah tidak selesai-selesai. Untuk menuntaskan program tersebut harus ada keakuratan data, yakni data yang pasti sehingga program pembangunan setiap tahunnya akan lebih terukur dan terarah. 
 
Sosok panglima siap berkorban untuk rakyat 
 
Sementara, Ketua Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh Ghufron Zainal Abidin memandang sosok Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem adalah sosok pemimpin yang memiliki semangat dan totalitas yang tinggi dalam memperjuangkan Aceh.
 
"PKS melihat, Muzakir Manaf adalah seorang mantan panglima perang yang pernah berjuang untuk rakyat Aceh, ia rela mengorbankan darah dan jiwa raganya untuk memperjuangkan Aceh, jadi tidak ada salahnya ketika PKS mendukung Muzakir Manaf untuk memimpin Aceh akan datang, karena ia mampu menjadi seorang pemimpin," ujar politisi PKS di DPRA ini, Selasa (24/1) di Banda Aceh.
 
Menurut Gufron, masyarakat Aceh saat ini menginginkan seorang sosok pemimpin yang memiliki totalitas yang siap memperjuangkan rakyat Aceh secara tulus dan iklas membawa Aceh menjadi sejahtera. "PKS mengajak semua element masyarakat, mari kita bersatu menjaga kedamaian Aceh, Insya Allah seberat apapun masalah yang dihadapi akan dimudahkan," katanya.




Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026