Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Harga biji pinang di sentra produksi di Provinsi Aceh dalam sepekan terakhir Rp21 ribu atau mengalami kenaikkan 16 persen dari sebelumnya yang hanya Rp18 ribu/Kg.

Salah seorang pengusaha hasil bumi, Irdan Tomi di Lhokseumawe, Selasa menyatakan, kenaikan biji pinang tersebut disebabkan tingginya permintaan pasar eskpor.

Harga tersebut, kata dia, merupakan harga tertingi dalam kurun waktu setahun terakhir.

Disebutkan, kenaikan harga pinang tersebut dipicu oleh tingginya permintaan dari negara pengimpor seperti India dan Pakistan.

Ia menyebutkan, harga pinang beberapa bulan yang lalu sempat turun pada harga Rp8.000, lalu lambat laun naik dan bertahan lama pada harga Rp18 ribu. Baru sekitar enam hari terakhir harganya naik menjadi Rp21 ribu.

Lanjutnya lagi, harga dimaksud merupakan harga beli pedagang pengumpul kepada petani di desa-desa, sedangkan harga pedagang penampung dan pedagang besar tentu lebih tinggi lagi.

Tanaman pinang banyak terdapat di Kabupaten Aceh Utara, seperti  Kecamatan Langkahan, Sawang dan Kecamatan Matang Kuli, karena komoditi itu menjadi salah satu usaha masyarakat di wilayah pedalaman, selain kelapa sawit, kkao dan karet.



Pewarta: Mukhlis
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026