Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Seratusan mahasiswa Akademi Kesehatan (Akkes) Aceh Utara berdemonstrasi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menuntut pembatalan penutupan akademi tempat mereka kuliah.
Dalam aksinya di Gedung DPRA di Banda Aceh, Rabu, massa mahasiswa mengusung spanduk bertuliskan "Pemerintah Aceh Utara Hilang Akal Generasi Suram" dan tulisan lainnya.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Said Muhammad menyatakan, kampus tempat mereka segera ditutup serta dijadikan pusat pelatihan dan pengembangan tenaga kesehatan.
"Padahal, kampus kami merupakan lembaga pendidikan keperawatan dan kebidanan tertua di Aceh Utara. Kampus milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara ini juga dengan biaya kuliah termurah di Aceh," kata Said Muhammad.
Said Muhammad menyebutkan, mahasiswa menyesali pemerintah daerah menutup akademi kesehatan tersebut. Penutupan ini berdampak bagi pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia generasi muda Aceh Utara.
Oleh karena itu, kata dia, mahasiswa meminta DPRA mendesak DPRK Aceh Utara membentuk panitia khusus menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
"Kami juga meminta DPRA menjamin keberlangsungan akademi kesehatan tempat kami kuliah sebagai institusi pendidikan secara berkelanjutan," ujar Said Muhammad.
Ketua Komisi VI T Iskandar Daud yang menjumpai massa mahasiswa mengatakan, kejadian serupa juga dialami sejumlah akademi milik pemerintah daerah di Aceh. Ini terjadi karena adanya aturan yang menyebut perintah daerah tidak bisa lagi mengelola akademi maupun perguruan tinggi.
"Namun, ada cara agar akademi tidak ditutup. Ini juga sudah dilakukan terhadap sejumlah akademi milik pemerintah daerah lainnya di Provinsi Aceh," kata T Iskandar Daud.
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan jangan ada akademi maupun perguruan tinggi milik pemerintah daerah di Aceh ditutup. Sebab, ini sama saja menutup akses pendidikan kepada generasi muda Aceh.
"Kami juga akan memperjuangkan agar Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tidak ditutup. Kami akan cari solusinya," kata T Iskandar Daud.
Aksi mahasiswa tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP. Unjuk rasa tersebut sempat menarik perhatian pegawai DPRA dan masyarakat yang berkunjung ke lembaga legislatif tersebut.
Pewarta: M Haris SA: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.