Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan penebangan liar (illegal logging) berdampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat yang tinggal di daerah kawasan hutan dan aliran sungai.
"Saya minta minta pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menghentikan praktik-praktik penebangan liar di seluruh Aceh, karena dampaknya sangat buruk bagi masyarakat," kata Zaini Abdullah di Banda Aceh, Minggu.
Zaini mengakui dari sisi aturan sudah ada regulasi yang mengatur agar adanya moratorium terhadap penebangan hutan Aceh dalam upaya menjaga hutan di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.
"Kami minta kepada pihak yang terlibat untuk bertanggungjawab terhadap terjadinya pembalakan liar di Aceh khususnya di Aceh Tenggara yang akhir-akhir ini dilanda banjir bandang," katanya.
Zaini juga meminta Dinas Sosial Aceh dan BPBA yang sudah dikirim ke Aceh Tenggara untuk mempercepat proses penanganan pascabanjir dan tetap siaga.
"Kemarin juga sudah turun Menteri Sosial memberikan bantuan dan ini cukup menggembirakan kita atas perhatian pemerintah pusat terhadap korban banjir di Aceh," katanya.
Zaini mengakui wilayah Aceh Tenggara sangat sensitif terhadap banjir, sama halnya seperti kabupaten Aceh Singkil dan beberapa daerah lain di Aceh.
"Saya nilai banjir bandang di Aceh Tenggara akibat praktik penebangan liar, karena terlihat dari banyaknya bekas-bekas kayu hasil penebangan liar yang dibawa banjir," kata Zaini yang turut didampingi Kepala Biro Humas Setda Aceh Mulyadi Nurdin.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026