Banda Aceh (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) mengajak masyarakat melindungi hutan di dalam kawasan taman nasional tersebut sebagai upaya mencegah bencana hidrometeorologi seperti yang melanda sebagai wilayah Aceh beberapa waktu lalu
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melindungi Taman Nasional Gunung Leuser. Perlindungan tersebut untuk mencegah kerusakan yang berpotensi menimbulkan bencana alam," kata Kepala Balai Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tapaktuan pada BBTNGL Kamarudzaman yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis.
Ia menyebutkan Taman Nasional Gunung Leuser merupakan aset nasional maupun global. Perlindungan tersebut agar keberadaan taman nasional itu tetap terjaga serta ekosistem di dalamnya lestari serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya
Menurut dia, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025 terjadi karena kerusakan hutan. Jangan sampai bencana serupa terjadi dan dapat menghancurkan desa-desa di sekitar di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
"Inilah yang dijaga dan dilindungi. Karena itu, mengajak partisipasi masyarakat menjaga kawasan hutan di Taman Nasional Gunung Leuser. Pelindung ini tidak hanya menjaga kelestarian, tetapi juga mencegah bencana alam," katanya.
Kamarudzaman juga menyampaikan apresiasinya kepada Polda Aceh menertibkan kayu ilegal dari kawasan TNGL seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu. Dalam penertiban tersebut, Polda Aceh mengamankan sekitar delapan kubik kayu ilegal.
"Kayu tersebut diduga dari kawasan TNGL. Kami mendorong penyidik mengusut tuntas kayu ilegal dari kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser, sehingga memberi efek jera dan pembelajaran bagi yang lain untuk tidak merambah hutan," kata Kamarudzaman.
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan kawasan lindung seluas 830.268 hektare, mencakup wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. TNGL merupakan hutan hujan tropis dengan zona lengkap dari tropika dataran rendah hingga sub-alpin.
TNGL merupakan rumah bagi orang utan, harimau, gajah, dan badak sumatra. Serta rumah bagi 4.000 spesies flora, termasuk rafflesia acehensis dan amorphophallus titanum (bunga bangkai).
Baca juga: Satu individu orang utan melahirkan di Taman Nasional Gunung Leuser
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026