Meulaboh (ANTARA Aceh) - Harga ikan basah di pasar  Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengalami kenaikan cukup signifikan akibat pasokan terbatas sementara permintaan tinggi selama puasa Ramadhan 1438 Hijriah/2017 Masehi.

Pedagang di lokasi Tempat Pelelangan Ikan Ujong Baroh, Meulaboh, Jumat mengatakan, kenaikan harga ikan basah juga dipicu oleh para nelayan banyak yang belum kembali melaut setelah berangkat atau memulai aktivitas melaut pada hari kedua dan tiga puasa.

"Ikan mahal bang, nelayan belum melaut, cuaca juga buruk. Beberapa hari lagi mungkin baru turun jika nelayan semuanya sudah pulang melaut, pasokan sudah melimpah," kata Imran, salah seorang pedagang ikan di lokasi TPI Ujong Baroh.

Adapun beberapa jenis ikan basah, yakni ikan kembung dari hari biasanya dijual R35.000 naik hingga Rp50.000/Kg, ikan tuna biasa seharga Rp25.000/ekor (sekitar 8 ons) naik menjadi Rp35.000-Rp40.000/ekor.

Kanaikan harga juga terjadi pada ikan campuran yang ditumpukan di kawasan pasar Ikan Tempat Pelalangan Ikan Ujong Baroh, biasanya tumpukan ikan kecil bisa dijual dengan harga Rp15.000-Rp20.000/tumpuk, namun telah naik menjadi Rp35.000/tumpuk.

Pedagang ikan di lokasi setempat juga tidak terlihat ramai seperti biasanya, hanya beberapa lapak penjualan ikan yang terlihat kondisi ikan masih segar, kondisi tersebut karena pengaruh pasokan ikan masih terbatas.

Pedagang kaki lima penjual ikan di Lokasi Pasar Bina Usaha Meulaboh mulai terlihat rame berjualan sejak pukul 15.00 WIB, terutama di sepanjang jalan Lhung Nak Yee yang selama ini lokasi itu sudah dilarang berjualan PKL oleh pemerintah daerah.

Akibat cuaca buruk melanda perairan Barat Selatan Provinsi Aceh juga mengakibatkan satu unit tongkang milik perusahaan tambang PT Mifa Bersaudara terdampar dan kandas di pantai Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.



Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026