Meulaboh (ANTARA Aceh) - Sebagian petani di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh membajak kembali area sawah yang sebelumnya telah mengering karena daerah itu telah mulai diguyur hujan sejak tiga hari terakhir.

Abdullah, salah seorang petani Desa Blang Beurandang, di Meulaboh, Jum'at, mengatakan, semua area pesawahan di kawasan itu sebelumnya pernah dibajak saat musim tanam serentak pada Mei 2017, kemudian mengering karena tidak ada hujan.

"Setelah dibajak, sambil menanti usia bibit padi dicabut, sudah kemarau, akhirnya ada sebagian petani tidak sempat menanam bibit dan lahan sawah kering, karena tidak tersedia air. Sejak dua hari ini dibajak kembali karena sudah hujan,"katanya.

Petani di kawasan setempat memiliki alat bantu mesin pompanisasi untuk menaikan air ke sawah dari kanal dekat area sawah, akan tetapi tidak bisa menjangkau semua area pesawahan, sehingga hanya sebagian area sawah yang berkecukupan air.

Dalam dua hari terakhir, curah hujan ringan hingga sedang mengguyur pada siang dan malam hari wilayah Aceh Barat dan sekitarnya, hampir semua area pesawahan petani kawasan setempat terpantau sudah memiliki air di dalam area sawah.

Petani di beberapa kawasan terlihat sudah mulai membersihkan hama ilalang di area sawah yang telah tumbuh tanaman padi berusia 1,5 bulan lebih, sebagian lain ada yang mulai membajak ulang sawah dan ada pula yang mencabut benih untuk ditanam.

"Di desa kami semuanya sudah tanam, jadi tinggal membersihkan ilalang. Kemarin sudah mulai dibersihkan, ada satu petak sawah pembenihan itu juga masih bisa digunakan apabila pemiliknya bergegas,"kata Manan petani Desa Pasie Jambu.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Ir Safrizal menyatakan, bahwa hampir semua area pesawahan daerah setempat mengalami kekeringan, terutama area sawah yang tidak tersedia sumber air karena musim kemarau.

Ia telah memprediksi apabila dalam sepekan ini hujan tidak turun maka, akan ada potensi terjadi gagal panen maupun banyak tanaman padi petani yang rusak karena kekeringan, namun dengan telah turun hujan, maka dipastikan semuanya teratasi.

Safrizal menyebutkan, kejadian ini tidak akan mempengaruhi target luas tanam dan swasembada pangan nasional sesuai target produktivitas dibebankan kepada daerah tersebut, terlebih lagi tidak semua area sawah yang terdampak musik kemarau panjang.

"Area sawah yang memang tersedia sumber air, pompanisasi memang tidak mati-mati mengaliri air ke sawah. Yang memang sama sekali tidak tersedia sumber air menanti hujan turun, bila hujan maka tidak ada masalah lagi,"katanya menambahkan.

Selain berdampak pada area sawah, kemarau panjang terjadi mengakibatkan adanya kebakaran lahan gambut pada 12 titik lokasi, namun api di lahan gambut tersebut telah padam dan kabut asap juga hilang sejak diguyur hujan dua hari terakhir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca Provinsi Aceh tanggal 7 Juli 2017 sejak pukul 18.45 WIB.

Secara umum masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan anggin kencang di kabupaten/kota, mulai dari wilayah utara dan wilayah tengah Aceh hingga ke wilayah barat dan selatan Aceh.




Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026