Senin, 23 Oktober 2017

Mahasiswa Unsyiah ajarkan pembuatan pupuk biourine

id universitas syiah kuala
Aceh Besar (ANTARA Aceh) - Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dari berbagai lintas jurusan mengajarkan pembuatan pupuk biourine kepada masyarakat Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

Ketua Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unsyiah Yusnizar, SP, MSi di Lhoknga, Jumat mengatakan, selama ditempatkan di Desa Meunasah Mesjid Lamlhom, mahasiswa sudah berhasil menjalankan beberapa program, diantaranya pembuatan pupuk organik biourine.      
    
Selain itu, mahasiswa juga melakukan demonstration plot (demplot) budidaya jagung manis, diklat demonstrasi dan  diskusi mengenai pemasaran serta pengemasan produk jagung manis.

Mahasiswa yang memberi pelatihan tersebut berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

"Peningkatan produksi jagung manis dilakukan dengan pemberian pupuk organik biourine," ujarnya.

Dia menambahkan antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap program yang dijalankan oleh mahasiswa KKN PPM-06, salah satunya kegiatan demonstrasi pembuatan pupuk organik biourine yang dihadiri oleh Geuchik Gampong (kepala desa) Meunasah Mesjid Lamlhom, Tuha Peut (tokoh masyarakat), masyarakat, dan segenap aparatur gampong lainnya.

"Selanjutnya mahasiswa KKN PPM-06 akan melakukan penyaringan pupuk organik biourine dan penyuluhan serta pengemasan pupuk organik dan jagung manis agar masyarakat dapat memanfaatkan dan terdorong untuk memasarkan produk tersebut," katanya.

Sementara  itu, dosen pendamping Dr Zaitun, SP MSi dan Rahmaddiansyah, SSi, MSc menyampaikan disamping itu dalam proses pembekalan khusus tentang biourine dan peningkatan produksi jagung manis juga menghadirkan narasumber Dr nat, techn. Syafruddin SP MP.

Sedangkan materi lainnya diberikan oleh Ketua Pelaksana dan Dosen Pembimbing lapangan terkait program utama dan program tambahan dalam KKN tersebut.

"Kami sangat senang dan berharap dengan adanya program dari KKN kali ini membuat masyarakat dapat menghasilkan sesuatu yang baru sesuai dengan potensi gampong yang tersedia saat ini," tutur Pak Armia, Geuchik Gampong Meunasah Mesjid Lamlhom itu.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 30 hari terhitung sejak 25 Juli 2017. KKN PPM-06 dilaksanakan untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga untuk mendorong masyarakat agar lebih produktif dan mampu memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki untuk menghasilkan pupuk organik biourine dan jagung manis.


Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga