Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Aceh menyelenggarakan rapat koordinasi wilayah dengan agenda implementasi dan rencana aksi pengendalian infasi tahun 2017.
"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Pemerintah Aceh dalam mengendalikan inflasi," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin dalam siaran pers diterima Antara di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan Aceh telah dua tahun berturut-turut mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia karena berhasil mengendalikan inflasi. Kegiatan TPID yang berlangsung di aula Kantor Bupati Bener Meriah dibuka Wakil Bupati setempat Tgk H Sarkawi.
Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh M Raudhi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas isu-isu strategis Tim pengendali inflasi daerah ÿuntuk menghadapi inflasi diakhir tahun 2017 serta menyusun program TPID Aceh untuk tahun 2018.
Menurut dia dengan pertemuan TPID tersebut kabupaten/kota juga punya inisiatif untuk memantau ketersediaan bahan pokok di daerahnya masing-masing, serta menganalisa gejala apa saja di daerahnya yang memungkinkan inflasi kembali naik, ÿserta mengkoordinasikannya dengan pemangku kepentintangan terkait.
"Kami berharap dengan adanya pertemuan ini muncul kesamaan pandangan antara tim pengendali inflasi di kabupaten/kota dan provinsi, serta adanya sinergi program dalam rangka pengendalian inflasi di Aceh," katanya.
Raudhi menambahkan, hingga Agustus tahun 2017, inflasi Aceh terkendali cukup baik, bahkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan hal tersebut tidak terlepas dari semakin baiknya koordinasi antara Tim pengendali inflasi.
Kepala BI Perwakilan Aceh Ahmad Farid mengatakan stabilitas makroekonomi nasional dan Aceh saat ini masih relatif terjaga yang tercermin dari inflasi yang saat ini masih berada dalam kisaran 4 persen.
Ahmad Farid mengingatkan pada akhir tahun 2017 nanti, Aceh akan mengalami sejumlah risiko yang perlu diwaspadai baik secara internal maupun eksternal.
"Beberapa risiko itu antara lain dari sisi permintaan diprediksi akan mengalami kenaikan permintaan masyarakat selama Maulid Nabi Muhammad SAW. Sementara dari risiko penawaran seperti terganggunya penurunan produksi pangan yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim akhir tahun," katanya.
Pewarta: Muhammad Ifdhal: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.