Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh mengurangi jam efektif pembelajaran siswa di sekolah selama Ramadhan 1446 Hijriah.
“Jadwal belajar selama Ramadhan kita perpendek dan kita fokuskan kepada dinul Islam,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri di Banda Aceh, Jumat.
Sulaiman mengatakan kebijakan ini mengacu Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan
Menengah Nomor 2 Tahun 2025, Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2025, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 400.1/320/SJ tentang Pembelajaran di Bulan Ramadhan Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi, dan untuk keseragaman pembelajaran selama bulan Ramadhan 1446 H.
Baca juga: Pemantauan hilal di Aceh Besar terkendala cuaca mendung
Dia menjelaskan, sesuai SE tersebut, durasi satu jam pelajaran (JP) disingkat menjadi 30 menit dengan jam belajar dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB untuk jenjang PAUD.
Sementara itu, siswa SD kelas I–III pulang pukul 11.00 WIB, siswa SD kelas IV–VI pukul 12.00 WIB, dan siswa SMP, Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF), serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pulang pukul 12.30 WIB.
“Khusus siswa jenjang SMP, diwajibkan melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di sekolah, mereka diizinkan pulang setelah selesai kegiatan shalat Zuhur berjamaah,” katanya.
Dalam surat edaran tersebut, sekolah juga diimbau memulai pembelajaran dengan kegiatan Dinul Islam, seperti ceramah, membaca atau menghafal Al-Quran, serta kegiatan keagamaan lainnya selama 30 menit sebelum dilanjutkan dengan pembelajaran umum.
Sulaiman menambahkan, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, dia telah meliburkan kegiatan pembelajaran di seluruh satuan pendidikan Kota Banda Aceh pada 27 Februari hingga 5 Maret.
Kegiatan pembelajaran tatap muka dimulai kembali pada 6-25 Maret.
“Kemudian, pada 26 Maret sampai 8 April itu libur lebaran. Setelah itu, pada 9 April, siswa kembali belajar seperti semula," katanya.
Dalam kesempatan ini, Sulaiman mengimbau pihak sekolah untuk mematuhi dan melaksanakan ketentuan dalam surat edaran tersebut. Ia juga meminta orang tua turut mengawasi keberadaan anak-anak mereka di sekolah.
“Kepada orang tua kami minta dapat mengawasi anaknya benar tiba di sekolah, jangan sampai nanti ternyata tidak sampai dan bolos dari sekolah,” katanya.
Baca juga: Pemkab Aceh Timur ingatkan rumah makan wajib tutup selama Ramadhan