Adapun sejumlah fasilitas kesehatan TNI AD telah disiagakan penuh, di antaranya Klinik Iskandar Muda, Sanggamara, Rindam Mata Ie, Yudhistira Medika, Yonzipur, fasilitas kesehatan di Sigli, Kodim Bireuen, Langsa, Brigif Siwah, Yonkav, Takengon, Bhakti Musara, Kutacane, Singkil, Denkesyah MBO, Tonkes 116, Abdya, Tapaktuan, hingga Yonif 115/ML.
Seluruh fasilitas tersebut dipersiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal sesuai perintah pimpinan Kodam IM.
Dalam pelaksanaannya, Kodam IM mengerahkan tenaga kesehatan profesional dari unsur TNI, mulai dari dokter umum, paramedis, analis kesehatan, hingga personel pendukung lain yang berkompeten.
Kehadiran tim medis terlatih ini memungkinkan Kodam IM memberikan pelayanan cepat, tepat, dan menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa terdampak.
Selain itu, koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama pemerintah daerah, dinas kesehatan, BPBD, dan instansi terkait lainnya sehingga kebutuhan medis masyarakat dapat ditangani secara menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan selama masa tanggap darurat.
Baca: Update Bencana Aceh, Pengungsi di Kutablang Bireuen mulai terserang penyakit
Pangdam IM meminta seluruh personel kesehatan yang ditugaskan dapat bekerja secara maksimal sepanjang masa tanggap darurat berlangsung.
"Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik, mencegah timbulnya wabah penyakit pascabanjir, serta memastikan seluruh kebutuhan medis masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Kodam IM akan terus berada di garis depan hingga seluruh wilayah kembali pulih,” katanya.
Pihaknya berharap kehadiran Pos Kesehatan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam aspek kesehatan masyarakat.
Selain memberikan layanan medis, keberadaan pos-pos ini juga menjadi representasi kehadiran negara yang memberikan rasa aman, perlindungan, serta keyakinan bahwa pemerintah bersama TNI selalu berada di sisi masyarakat dalam situasi sulit.
Kodam IM akan terus mengawal proses pemulihan hingga kondisi kembali stabil dan memastikan seluruh kebutuhan dasar, terutama di sektor kesehatan, dapat terpenuhi secara optimal dan berkelanjutan di wilayah-wilayah yang terdampak banjir.
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026