Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menyatakan pembangunan 609 unit hunian sementara (huntara) bagi ribuan pengungsi korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat telah dimulai dan ditargetkan selesai sebelum bulan suci Ramadhan.

“Komitmen pemerintah pusat, sebelum bulan suci Ramadhan (huntara) sudah bisa dihuni,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan didampingi Wakil Bupati Raja Sayang kepada ANTARA, Selasa.

Pemerintah daerah berharap masyarakat yang selama ini masih mengungsi di tenda pengungsian, sudah bisa pindah ke hunian sementara yang disiapkan oleh pemerintah, sehingga nantinya dapat menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan dengan baik dan lebih khusyuk.

Bupati Teuku Raja Keumangan mengatakan untuk kebutuhan masyarakat pengungsi di huntara, nantinya masih menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, guna memenuhi bantuan pangan masyarakat korban bencana alam.

Sebelumnya pada Sabtu (4/1) lalu, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh mengusulkan pembangunan sebanyak 609 unit hunian sementara untuk korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.

Ada pun rincian bangunan Huntara yang sudah diusulkan tersebut di antaranya di Desa/Gampong Blang Meurandeh sebanyak 91 unit, Gampong Kuta Teungoh 222 unit, Gampong Babah Suak 166 unit, dan Gampong Blang Puuk 130 unit.

Teuku Raja Keumangan mengatakan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang merupakan salah satu wilayah paling terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Nagan Raya. Sekitar 85 persen rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan total, sehingga ribuan warga terpaksa mengungsi.

Ia mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan hunian sementara, mengingat para pengungsi akan segera menghadapi bulan suci Ramadan pada tahun ini.

Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran pemerintah pusat terutama BNPB dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Nagan Raya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Nagan Raya, Aceh mengatakan bahwa hingga saat ini Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Nagan Raya, masih berada dalam status tanggap darurat bencana.

“Hal ini disebabkan masih banyaknya warga yang harus bertahan di pengungsian akibat dampak banjir yang terjadi,” ujarnya.

Khusus untuk Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Suharyanto menegaskan bahwa BNPB akan memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak banjir dapat terpenuhi, mulai dari kebutuhan dasar hingga penyediaan hunian sementara dan hunian tetap.
 



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026