Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan sebanyak 165 kepala keluarga (KK) di Dusun Blang Tripa, Desa Alue Waki, Kecamatan Darul Makmur hingga saat ini masih terisolasi setelah satu unit jembatan rangka baja yang membentang di aliran sungai setempat dihempas banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025 lalu.

“Kita berharap pemerintah segera membangun jembatan yang putus ini, karena ketergantungan ekonomi masyarakat ada di seberang sungai, disana banyak terdapat sumber ekonomi masyarakat yaitu tanaman kelapa sawit,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan, Kamis.

Ia mengatakan, dampak masih terputusnya jembatan ini, menyebabkan akses transportasi 165 KK masyarakat di wilayah tersebut masih terganggu hingga saat ini. Bahkan banyak masyarakat di sana terganggu ekonominya karena tidak leluasa memanen kelapa sawit sebagai sumber ekonomi keluarga.

Baca juga: Pemkab Nagan Raya terima dana pemulihan bencana Rp300 juta dari PT BEL
 

Seperti diketahui, satu unit jembatan rangka baja yang telah putus tersebut memiliki bentang panjang mencapai 120 meter, dengan lebar sekitar 5-6 meter, dan selama ini sering digunakan masyarakat sebagai sarana transportasi.

Akibat masih terputusnya jembatan tersebut, saat ini masyarakat di Desa Alue Waki, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh masih terpaksa menggunakan perahu mesin agar bisa keluar dari desa menuju ke pusat kecamatan atau pusat kabupaten.

Bupati Teuku Raja Keumangan berharap kepada pemerintah pusat, agar segera dapat membangun sarana jembatan yang rusak akibat terjangan bencana alam, mengingat dampak masih terisolasi masyarakat di daerah ini telah menyebabkan terganggunya kehidupan masyarakat dan sumber utama mata pencaharian warga.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan sebanyak 1.807 unit rumah milik warga di tiga kecamatan terdiri dari Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur dan Tripa Makmur, hingga saat ini dalam keadaan rusak akibat terjangan bencana banjir bandang.

Dari 1.807 unit rumah yang terkena bencana alam banjir bandang, sebanyak 487 unit rumah dilaporkan rusak berat, 283 unit rumah dalam kondisi rusak sedang, serta rusak ringan sebanyak 1.043 unit rumah.

Baca juga: Kronologi penangkapan centeng pencuri kelapa sawit di Nagan Raya



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026