Aceh Tamiang (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengajarkan cara berhitung hingga membantu para pelajar tingkat dasar yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Hal itu dilakukan Muhammad Qodari saat mengunjungi Sekolah Dasar Negeri 1 (SDN 1) Karang Baru, Aceh Tamiang dalam rangka meninjau proses belajar mengajar di sekolah darurat bencana serta menyalurkan bantuan, Kamis.
"Kalau kita lihat dari sekolah yang ada saat ini, Alhamdulillah aspek pendidikan mulai normal. Sebelumnya saya dengar sekolah ini lumpurnya sepinggang tapi hari ini relatif bersih," kata Muhammad Qodari.
Amatan di lapangan, KSP Muhammad Qodari disambut kepala sekolah dan dewan guru di sekolah favorit berlantai dua tersebut. Hadir juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang Sepriyanto sembari menjelaskan kepada Kastaf Kepresidenan terkait kondisi keseluruhan sekolah yang belum pulih sepenuhnya.
Selama di SDN 1 Karang Baru pertama, Qodari masuk ke kelas satu menyapa dan mengajari siswa berhitung tambah-tambah layaknya guru, dan memberikan semangat kepada para murid dengan yel yel dan nyanyian sebagai bentuk trauma healing.
Kemudian KSP melihat sejumlah kelas kosong dengan kondisi plafon bolong-bolong dan kelas yang masih tergenang air.
KSP Muhammad Qodari didampingi istri juga melihat aktivitas belajar siswa kelas tinggi (6) di SDN 1 Karang Baru. Meski tidak mengenakan seragam, tetapi antusias siswa-siswi untuk belajar cukup tinggi.
Dalam kunjungannya, KSP juga menyalurkan bantuan berupa tas, buku dan alat tulis di sekolah tersebut.
"Kita berharap anak-anak sekolah tetap semangat, guru dan pemerintah kabupaten tetap semangat agar segera kembali pada kehidupan yang normal," kata Muhammad Qodari.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Aceh Tamiang, Sepriyanto mengatakan kondisi sekolah terdampak banjir di Aceh Tamiang mencapai 85 persen dan 50 persen diantaranya sudah dibersihkan oleh TNI/Polri dan relawan.
Ia menuturkan, aktivitas di sekolah masih standar darurat, artinya siswa tidak harus pakai seragam dan boleh menggunakan fasilitas lain seperti mushala, rumah bahkan tenda.
"Sampai saat ini pembelajaran belum normal. Progres pembersihan terus dilakukan dan masih ada sekitar tujuh sekolah mendirikan tenda terutama sekolah di pedalaman," katanya.
Dalam kesempatan ini, Kepala SDN 1 Karang Baru, Neti Surya merasa senang dan bangga sekolahnya dikunjungi pejabat setingkat pusat KSP.
Saat ini, kata Neti, yang dibutuhkan sekolah adalah sarana dan prasarana yang kondisinya rusak pasca terendam banjir.
"Alhamdulillah, kita telah dikunjungi pemerintah dari pusat, artinya ini menjadi motivasi bagi kami pejabat KSP sampai datang kemari. Bapak Qodari tadi juga membawa bantuan untuk sekolah kami, untuk penyemangat siswa ada tas, buku dan alat tulis yang memang sangat dibutuhkan siswa," demikian Neti.
Pewarta: Dede HarisonEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026