Banda Aceh (ANTARA) - Tim Pusat Kedokteran Kesehatan Polri dan Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Aceh melayani kesehatan masyarakat terdampak bencana banjir bandang dengan cara dari pintu ke pintu atau mendatangi langsung rumah penduduk yang sakit.

Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Aceh Kombes Pol Dafianto Arief di Banda Aceh, Kamis, mengatakan layanan kesehatan dengan mendatangi rumah warga yang sakit tersebut merupakan bagian dari strategi pelayanan kesehatan terpadu Polri di wilayah terdampak bencana.

"Pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana," katanya.

Adapun wilayah terdampak bencana yang diberi pelayanan kesehatan dari pintu ke pintu tersebut di antaranya di Desa Tanjung Binjai dan Desa Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pelayan kesehatan tersebut juga melibatkan Tim Bawah Kendali Operasi (BKO) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, Tim BKO Biddokkes Polda Jawa Tengah, dan Dokkes Polres Aceh Tamiang.

"Kami fokus pada penanganan penyakit yang umum muncul setelah banjir, sekaligus melakukan edukasi dan mengunjungi rumah warga yang sakit pascabencana," kata Dafianto Arief.

Dalam kegiatan tersebut, kata dia, tim kedokteran dan kesehatan kepolisian memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan vitamin, edukasi kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana 

"Layanan kesehatan ini merupakan wujud sinergi lintas satuan kedokteran dan kesehatan kepolisian dalam mendukung percepatan pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana," kata Dafianto Arief.

Ia menambahkan kehadiran tim kesehatan dari berbagai satuan kepolisian itu merupakan upaya memperkuat layanan agar menjangkau masyarakat secara merata.

"Sinergi tim BKO dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, serta jajaran Polda Aceh memungkinkan pelayanan dilakukan secara optimal, cepat, dan tepat sasaran," katanya.

Yuliantikha Nurul Qumariah, dokter yang terlibat dalam pelayanan kesehatan tersebut, menjelaskan sebagian besar keluhan warga berkaitan dengan penyakit pascabanjir.

"Penyakit yang paling banyak kami temukan adalah hipertensi, dermatitis, inspeksi saluran pernafasan akut, diare, serta hiperkolesterolemia. Selain pengobatan, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan di lingkungan pascabanjir," katanya.
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 193 warga menerima layanan kesehatan. Penyakit yang paling dominan antara lain hipertensi sebanyak 70 pasien, dermatitis 50 pasien, hiperkolesterolemia 30 pasien, ISPA 15 pasien, diare 10 pasien, diabetes melitus 5 pasien, serta keluhan sakit gigi tiga pasien.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026