Banda Aceh (ANTARA) - Relawan negeri jiran, Malaysia, menyalurkan bantuan perlengkapan shalat kepada masyarakat terdampak banjir di sejumlah kabupaten kota di Provinsi Aceh.
Kisswoyo, pendamping relawan Malaysia, yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis, mengatakan penyaluran bantuan untuk korban banjir merupakan yang kedua disalurkan relawan dari Malaysia tersebut.
"Penyaluran ini yang kedua. Bantuan yang disalurkan terdiri perlengkapan shalat, Al Quran, alat tulis serta kebutuhan untuk anak-anak seperti popok, susu, dan makanan ringan, kebutuhan pokok, audio masjid, serta lainnya," kata Kisswoyo.
Baca juga: Update Bencana Aceh, Malaysia bantu tiga ton obat hingga pakaian
Ia menyebutkan relawan Malaysia tersebut sebanyak enam orang. Mereka dari Banda Aceh menuju ke sejumlah kabupaten terdampak bencana banjir akhir November 2025.
Kisswoyo mengatakan bantuan tersebut diantarkan langsung ke sejumlah titik pengungsian korban banjir maupun pesantren di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen.
"Bantuan yang diserahkan di dua kabupaten tersebut meliputi perlengkapan shalat di antara sajadah, mukena, dan sarung, Al Quran, serta alat tulis, popok, makanan ringan untuk anak-anak," katanya.
Kisswoyo mengatakan bantuan serupa juga disalurkan kepada masyarakat terdampak tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Di dua daerah itu, selain perlengkapan shalat dan alat tulis, juga disalurkan kebutuhan pokok.
"Lokasi penyaluran bantuan berada di pedalaman dan sulit diakses seperti Desa Meriah Jaya, Kecamatan Lampahan, dan Desa Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah," kata Kisswoyo yang juga penggiat pariwisata di Provinsi Aceh.
Sedangkan di Kabupaten Aceh Tengah, kata dia, bantuan disalurkan kepada korban tanah longsor yang wilayah masih sulit dijangkau. Serta di wilayah sekitar Danau Lut Tawar yang terkena banjir longsor.
"Adapun bantuan di wilayah bencana di Aceh Tengah di antaranya kebutuhan pokok dan alat tulis untuk pelajar, baik sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas atau SMA," kata Kisswoyo.
Baca juga: Imigrasi Banda Aceh deportasi WN Malaysia langgar izin tinggal
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026