Banda Aceh (ANTARA) - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menyatakan hasil pemeriksaan takjil berbuka puasa Ramadhan dan beragam penganan lainnya yang di jual di ibu kota Banda Aceh itu tidak mengandung bahan berbahaya.

"Alhamdulillah berdasarkan hasil tes cepat yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh di lokasi penjualan takjil di Banda Aceh seluruh makanan yang diuji tidak mengandung bahan kimia," kata Illiza Sa'aduddin Djamal di Banda Aceh, Jumat.

Di sela-sela pengawasan takjil berbuka yang dijual di kawasan Jln Tgk Pulo Dibaroh, Kecamatan Baiturrahman bersama dengan BPOM Aceh, Ia menyebutkan ada 60 sampel yang diperiksa dan hasilnya tidak ditemukan adanya bahan berbahaya.

 

Baca juga: Peukan Raya Ramadhan resmi dibuka, IIliza proyeksikan transaksi mencapai Rp2 miliar

 

Ia menjelaskan dengan hasil tersebut menandakan masyarakat semakin cerdas dan jujur. Mereka tidak menggunakan bahan kimia yang tidak hanya berbahaya bagi masyarakat, tapi juga untuk keberlangsungan usaha.

Ia mengatakan makanan yang diperiksa BPOM tersebut di antaranya minuman, bakso, mi dan berbagai makanan lainnya.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto menambahkan berdasarkan hasil uji cepat dari 60 sampel yang dilakukan tersebut tidak mengandung borak, formalin, metanil yellow dan rhodamin B.

Menurut dia kesadaran pedagang di Banda Aceh khususnya semakin meningkat dalam menjual seluruh makanan tanpa menggunakan bahan kimia.

"Kami juga terus memberikan edukasi kepada para pedagang untuk menggunakan bahan mentah yang aman dan  tidak menggunakan bahan berbahaya dalam produk makanan," katanya.

Ia menambahkan pengawasan takjil akan terus dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat.

 

Baca juga: Pedagang pecel sayur diserbu pembeli selama Ramadhan



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026