Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh optimis perekonomian Aceh mengalami pertumbuhan pada 2026 karena adanya upaya recovery atau pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor dari pemerintah.
"Kita optimis perekonomian Aceh di 2025 akan mengalami pertumbuhan, apalagi ada upaya penanggulangan bencana dari pemerintah, salah satunya rehabilitasi dan rekonstruksi yang angkanya (anggaran) cukup besar," kata Kepala KPwBI Aceh Agus Chusaini di Banda Aceh, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Agus Chusaini saat menjawab pertanyaan awak media dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) KPwBI Aceh terkait update perekonomian Aceh, di Banda Aceh.
Ia menyampaikan, perekonomian Aceh triwulan III 2025 sempat mencapai 4,46 persen (YoY). Akan tetapi, pascabencana di 18 kabupaten/kota di Aceh, maka ekonomi Aceh 2025 diperkirakan melambat pada kisaran 3,50-4,40 persen.
Baca: Update Bencana Aceh, BI sebut layanan perbankan berangsur pulih
"Kondisi ini karena bencana telah memberikan dampak langsung pada masyarakat, lahan pertanian, jalur distribusi, fasilitas umum dan lainnya. Sehingga, kinerja sektor utama yaitu pertanian dan perdagangan diperkirakan alami penurunan," ujarnya.
Meski demikian, lanjut Agus, Bank Indonesia optimistis pertumbuhan perekonomian Aceh pada 2026 lebih baik karena banyaknya program pemerintah yang bakal dilaksanakan di Aceh selama proses pemulihan pascabencana.
Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana untuk pemulihan pascabencana sumatera dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026, baik untuk pembangunan hunian tetap hingga bantuan sosial.
Di mana, untuk rumah rusak ringan bakal diberikan dana stimulan sebesar Rp15 juta per Kepala Keluarga (KK), kemudian rusak sedang Rp30 juta dan rusak berat Rp60 juta dari BNPB. (datanya pastinya dalam proses).
