Banda Aceh (ANTARA) - Tiga perusahaan sawit yang beroperasi di Aceh yakni PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), Karya Tanah Subur (KTS) dan Tunggal Perkasa Plantations (TPP) menempatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) pada pengembangan potensi desa hingga kesehatan.
"Program CSR dijalankan melalui empat pilar utama, yakni penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, dukungan pendidikan, serta pelestarian lingkungan," kata Asisten Sustainability dan CSR PT Perkebunan Lembah Bhakti, Catur Wibowo saat bersilaturahmi dengan media, di Banda Aceh, Kamis.
Catur mengatakan, program CSR menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Baca juga: Kronologi penangkapan centeng pencuri kelapa sawit di Nagan Raya
Sepanjang 2025, program CSR dari ketiga perusahaan itu telah menjangkau 31 desa di sembilan kecamatan dari empat kabupaten di Aceh.
Seluruh program, dirancang berdasarkan dialog dan pertemuan konsultatif dengan masyarakat agar pelaksanaannya sesuai kebutuhan serta potensi lokal masing-masing desa.
“CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi wujud tanggung jawab kami untuk memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada sektor ekonomi, perusahaan melakukan pendampingan kepada UMKM, kelompok tani, dan kelompok nelayan melalui bantuan permodalan, penyediaan sarana produksi, penguatan manajemen usaha dan pemasaran guna mendorong peningkatan pendapatan serta kemandirian ekonomi masyarakat.
Di bidang kesehatan, difokuskan pada penguatan Posyandu melalui pemberian makanan tambahan (PMT), insentif dan pelatihan kader, serta sosialisasi kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif guna meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Lalu pada sektor pendidikan, perusahaan menyalurkan dukungan berupa insentif honor guru dan bantuan sarana serta prasarana pembelajaran guna menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah sekitar wilayah operasional.
Sedangkan dari aspek lingkungan, perusahaan menjalankan berbagai inisiatif pelestarian alam, termasuk rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Singkil.
Sejak 2018, program penanaman bakau telah dilakukan secara konsisten oleh PT PLB dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda. Hingga 2025, lebih dari 51.000 pohon bakau telah ditanam di area seluas sekitar 14,7 hektare.
"Upaya ini tidak hanya bertujuan menjaga ekosistem pesisir dari abrasi, tetapi juga membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan karena habitat biota laut kembali terjaga," katanya.
Baca juga: Pemkab Nagan Raya wajibkan PMKS beli TBS kelapa sawit petani
Selain rehabilitasi mangrove, lanjut Catur, perusahaan juga mendorong edukasi lingkungan, pengurangan sampah plastik, serta restorasi sungai di tingkat desa guna memperlancar aliran air sekaligus mendukung aktivitas transportasi masyarakat.
“Keberlanjutan hanya dapat tercapai jika ada kolaborasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat. Karena itu, kami memastikan setiap program dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang,” demikian Catur Wibowo.
Baca juga: Ribuan hektare lahan perkebunan di Aceh Timur rusak akibat banjir
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026