Banda Aceh (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak dam remaja pascabencana di sejumlah desa atau gampong di Kabupaten Bireuen.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim di Banda Aceh, Rabu, mengatakan pendampingan psikososial tersebut diberikan untuk memulihkan mereka dari trauma akibat bencana banjir bandang akhir November 2025.
"Pendampingan psikososial tersebut diberikan kepada anak-anak dam remaja di sejumlah desa atau gampong di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, di antaranya Desa Kubu dan Desa Cot Ara," katanya.
Safrina Salim mengatakan pendampingan psikososial yang diberikan sejak Jumat (16/1) melibatkan tim Forum Generasi Berencana (GenRe) Aceh. Anak-anak dan remaja di wilayah terdampak bencana tersebut juga diajak bermain sebagai ruang ekspres mereka pascabencana.
"Pendampingan psikososial ini sebagai upaya memulihkan trauma serta memberikan rasa aman, dukungan emosional, membangun keceriaan dan kepercayaan diri serta rasa aman bagi anak-anak dan remaja di lingkungannya," kata Safrina Salim.
Selain pendampingan psikososial, kata dia, tim BKKBN dan Forum GenRej juga mengedukasi remaja putri terkait kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, perilaku seksual berisiko, serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza).
Selain anak-anak dan remaja, BKKBN Aceh juga memberikan edukasi keluarga berencana yang menyasar pasangan usia subur, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Edukasi ini untuk memperkuat kualitas keluarga sejak dari unit terkecil di masyarakat.
"Dalam sosialisasi tersebut, tim BKKBN menjelaskan mengenai keluarga berencana, termasuk penjelasan tentang berbagai alat kontrasepsi yang aman dan efektif sesuai kebutuhan masing-masing keluarga," katanya.
Safrina Salim mengharapkan kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi secara lebih kuat dan merata.
"Kami juga mengapresiasi sinergi para pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sinergi ini tidak hanya pada penyampaian informasi, tetapi juga pendampingan, empati, serta kehadiran langsung di tengah masyarakat," kata Safrina Salim.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026