Banda Aceh (ANTARA) - Diskominfo Kabupaten Bener menyebut sebanyak 2.116 masyarakat di daerah itu yang terdampak banjir bandang dan longsor masih mengungsi kata pejabat setempat.
"Mereka yang masih mengungsi tersebut merupakan warga yang rumahnya hilang tersapu banjir dan rusak berat akibat bencana melanda daerah itu," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bener Meriah Ilham Abdi dihubungi di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan, pengungsi tersebut tersebar di lima kecamatan dari sepuluh kecamatan yang ada dalam Kabupaten Bener Meriah.
Ia menyebutkan pengungsian tersebut tersebar di Kecamatan Pintu Rime Gayo sebanyak 431 pengungsi, Timang Gajah 1.166 pengungsi, Gajah Putih 84 pengungsi, Wih Pesam 319 dan Mesidah 116 pengungsi.
Ilham Abdi menyatakan, pada awal Ramadhan 2026 pengungsi di daerah itu akan menempati hunian sementara (huntara).
Baca: Huntara di Bener Meriah ditargetkan bisa ditempati pada awal Ramadhan
"Saat ini pembangunan huntara di Kabupaten Bener Meriah terus berproses dan berjalan dan ditargetkan awal Ramadhan sudah dapat ditempati oleh pengungsi," katanya.
Ia menyebutkan, saat ini ada sebanyak 914 huntara di Kabupaten Bener Meriah yang sedang dibangun untuk pengungsi yang masih berada di tenda.
Ia menjelaskan pembangunan huntara tersebut tersebar di 35 titik dalam tujuh kecamatan.
Adapun kecamatan tersebut masing-masing Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Gajah Putih, Mesidah, Permata, Pintu Rime Gayo, Syiah Utama, Timang Gajah dan Wih Pesam.
Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat terus bekerja maksimal untuk memulihkan berbagai sarana dan prasaran yang rusak terutama sekolah.
"Distribusi logistik juga terus dilakukan terutama untuk warga yang mengungsi akibat rumah mereka rusak saat banjir bandang dan longsor," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Diskominfo: Sebanyak 2.116 jiwa di Bener Meriah masih mengungsi
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026