Aceh Barat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyatakan hingga saat ini seluas 14 hektare lokasi kebakaran lahan berlokasi di tiga kecamatan di daerah itu telah berhasil dipadamkan, setelah tim gabungan melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik kebakaran.
“Dari total 19 hektare lahan yang sudah terbakar, saat ini 14 hektare sudah berhasil kita lakukan penanganan pemadaman,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah di Meulaboh, Senin.
Ada pun lahan yang terbakar dan sudah berhasil dipadamkan diantaranya di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat terdiri dari Desa Suak Raya seluas 5 Ha, Desa Lapang seluas 4 Ha serta di Desa Suak Nie seluas 3 Ha.
Baca juga: Satu sekolah terpaksa libur akibat kebakaran lahan di Aceh Barat
Kemudian kebakaran di Desa Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo luas lahan yang sudah berhasil dipadamkan seluruhnya mencapai 0,5 Ha, dan di Kecamatan Woyla yaitu Desa Aron Baroh dan Blang Luah masing-masing seluas 0,5 hektare juga telah berhasil dilakukan pemadaman.
Saat ini, kata dia, BPBD Aceh Barat bersama tim gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman di sejumlah lokasi, yaitu di Desa Suak Raya seluas 2,5 Ha, Desa Ujong Beurasok Lapang seluas 0,5 Ha, Desa Peulanteue Kecamatan Bubon seluas 1 Ha serta di Desa Blang Luah Kecamatan Woyla Barat seluas 0,5 Ha.
Ada pun unsur yang selama ini terlibat diantaranya personel pemadam kebakaran Mako BPBD Aceh Barat, damkar Kecamatan Woyla, damkar Kecamatan Meureubo, personel Manggala Agni Daops Sumatera I Sibolangit Sumatera Utara, TNI, Polri, KPH wilayah IV Aceh serta masyarakat.
Teuku Ronald mengatakan pihaknya bersama tim gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman api, sehingga diharapkan luas kebakaran lahan di Aceh Barat dapat sepenuhnya dilakukan pemadaman dan tidak menjalar ke permukiman masyarakat setempat.
Baca juga: Luas kebakaran lahan di Aceh Barat mencapai 19 Hektare
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026