Aceh Tamiang (ANTARA) - Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra menyatakan sejumlah layanan medis kategori berat di rumah sakit plat merah itu sudah kembali berfungsi maksimal seiring rekonstruksi pemulihan pascabencana.

"Saat ini ada dua layanan berat sudah aktif, yaitu hemodialisis/cuci darah dan Intensive Care Unit (ICU)," kata Andika Putra, di Aceh Tamiang, Minggu.

Andika menjelaskan layanan hemodialisis atau terapi cuci darah rusak total saat peristiwa bencana banjir bandang pada akhir November 2025. Kini, seluruh peralatan sudah dipulihkan dan mulai beroperasi sejak 24 Desember.

"Total pasien kami itu ada 47 orang yang terdaftar untuk cuci darah rutin dengan 10 alat. Pas kami sudah aktif separuh dari pasien 23 orang sudah kembali cuci darah ke rumah sakit ini," ujarnya.

Ia menceritakan, ketika banjir semua pasien cuci darah (47 orang) menjalani perawatan keluar yaitu ke rumah sakit Langsa hingga Medan Sumatera Utara. Sekitar 24 pasien yang belum kembali mungkin dikarenakan belum bisa pulang karena rumahnya rusak berat.

"Mungkin kalau rumah mereka di sini sudah pulih, pasien akan kembali ke sini. Ini merupa salah satu prioritas layanan yang dibuka setelah UGD, rawat inap dan alat-alat, maka cuci darah," katanya. 

Menurutnya, fasilitas cuci darah harus steril menggunakan instalasi RO. Saat ini kondisi mesin dan instalasi cuci darah di RSUD semuanya telah diganti baru. Sehingga dalam sehari, bisa melayani sekitar lima sampai enam pasien, aktif Senin-Sabtu.

"Biasanya pasien cuci darah itu kan, minimal seminggu dua kali. Kalau hari  Sabtu layanan dilakukan setengah hari, tapi sejauh ini cuci darah ini sudah layanan optimal 100 persen," kata Andika.

Selain itu, lanjut Andika, saat ini RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang juga menerima bantuan pengadaan Inkubator bayi dari alumni Ikatan Kedokteran Universitas Indonesia (IKUI) dan bantuan tempat tidur pasien dari pihak ketiga. 

Untuk diketahui, dari total 243 bed tempat tidur di rumah sakit tinggal tersisa 60 bed akibat banjir. Padahal, dalam kondisi normal RSUD Aceh Tamiang masih kekurangan bed.

"Sekarang ini sudah banyak bantuan, mungkin ada sekitar 80 bed tempat tidur. Tapi masih butuh banyak lagi, karena 243 bed saja itu kurang. Kami masih menerima rawat inap di IGD, karena di ruangan lain belum ada tempat tidur," demikian Andika Putra.



Pewarta: Dede Harison
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026