Banda Aceh (ANTARA) - Nelayan di Kabupaten Aceh Jaya mulai mengalami keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut disebabkan antrean panjang karena  terbatasnya kuota minyak, sehingga mereka harus menunggu hingga dua hari agar bisa melaut. 

"Kita sulit mendapatkan minyak karena mulai antrean, minyak untuk nelayan terbatas, seharusnya kita bisa pergi hari ini, tapi karena tidak ada minyak, kita harus berangkat besok," kata Sekretaris Panglima Laot (lembaga adat) Lhok Rigaih Aceh Jaya Maulizar di Aceh Jaya, Jumat.

Ia menjelaskan, kebutuhan BBM jenis solar untuk boat nelayan 7 gross tonnage (GT) disana sebesar 700 liter sekali jalan sesuai surat izin pemerintah, tetapi karena terjadinya antrean panjang dan stok terbatas, mereka risk mendapatkan minyak sesuai peruntukannya.

Dirinya berharap, minyak untuk para nelayan kedepannya bisa menjadi prioritas, sehingga ekonomi masyarakat di sana berjalan baik. 

"Jika terhambat tidak bisa jalan, banyak para anak boat juga tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga masing-masing," ujar Maulizar.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan (DKPP) Aceh Jaya, Destin Rezawan menjelaskan pihaknya tidak membatasi kuota BBM para nelayan, surat izin yang dikeluarkan telah sesuai kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Info yang kita terima dari pihak SPBU karena kondisi negara, Kuota support minyak untuk daerah termasuk Aceh dikurangi, karena itu mungkin pihak SPBU juga mengambil kebijakan sedikit membatasi," katanya.

Dirinya menyampaikan, segara berkoordinasi kembali dengan SPBU sejauh mana kebijakan tersebut diterapkan, sehingga tidak ada yang dirugikan, terutama para nelayan.

"Mungkin dalam bulan ini saja kondisi seperti itu, saya juga akan coba konfirmasi ke pihak SPBU, karena mereka menjanjikan kalau kondisinya sudah normal, pendistribusian kembali seperti biasa," ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data DKPP Aceh Jaya, jumlah nelayan di sana yang tercatat melalui aplikasi Kusuka dan mempunyai kartu nelayan sebanyak 1.723 orang, sedangkan armada 736 boat 10 GT ke bawah dan 4 boat dengan kapasitas 25 gt ke atas. 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026