Banda Aceh (ANTARA) - Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh melaporkan sebanyak 91.663 jiwa dari 24.280 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan longsor masih bertahan di pengungsian sejak akhir November 2025 lalu atau dua bulan pascabencana.
"Jumlah pengungsi tersebut tersebar di 988 titik pengungsian di berbagai kabupaten/kota terdampak," kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Selasa.
Berdasarkan data Posko terakhir hingga Senin malam (26/1) pukul 20.00 WIB, secara keseluruhan, bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh berdampak pada 2.584.067 jiwa atau 670.826 KK. Dalam peristiwa tersebut, tercatat 562 orang meninggal dunia dan 29 orang dilaporkan hilang.
Untuk pengungsi, kata Murthala, yang masih bertahan terbanyak saat ini di Kabupaten Aceh Utara yakni mencapai 33.261 jiwa atau 9.242 KK yang tersebar di 210 titik pengungsian.
Kemudian Kabupaten Gayo Lues, yaitu 18.944 jiwa atau 5.571 KK di tujuh titik, disusul Pidie Jaya sebanyak 14.794 jiwa (4.037 KK) yang tersebar di 38 lokasi pengungsian.
Baca: BPBD Pidie Jaya percepat relokasi pengungsi dari tenda ke huntara
Sementara untuk Aceh Tamiang, 6.052 jiwa atau 707 KK pengungsi yang tersebar di 513 titik, disusul Aceh Tengah dengan 5.266 jiwa (1.054 KK) di 61 titik, serta Bireuen 4.888 jiwa (1.395 KK) di 59 titik pengungsian.
Wilayah lain yang masih mencatat pengungsian antara lain Aceh Timur 3.612 jiwa (933 KK) di 53 titik, Nagan Raya 2.474 jiwa (817 KK) pada enam titik, serta Bener Meriah dengan 2.116 jiwa (457 KK) yang tersebar di 39 titik pengungsian.
Lalu Kabupaten Pidie melaporkan 137 jiwa (30 KK) pada dua titik, dan Kota Lhokseumawe sebanyak 119 jiwa (37 KK).
Di sisi lain, dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana sebelumnya, tujuh daerah dilaporkan tidak lagi memiliki titik pengungsian, yakni Aceh Selatan, Subulussalam, Langsa, Aceh Barat, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Besar.
Murthala menegaskan, seluruh unsur pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja maksimal untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, baik distribusi logistik serta lainnya.
"Distribusi logistik, layanan dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar kebutuhan pengungsi dapat terlayani dengan baik,” demikian Murthalamuddin.
Baca: 91 ribu korban bencana Aceh masih bertahan di tenda pengungsian
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026