Aceh Tamiang (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyerahkan bantuan kendaraan operasional untuk tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas membantu korban terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang berupa sepeda motor hingga mobil ambulans.
"Kami menyerahkan tiga unit sepeda motor operasional. Satu unit dari PB IDI dan dua unit lagi dari kolaborasi dengan alumni SMA 3 Malang, serta satu unit dukungan mobil ambulans," kata Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto, di Aceh Tamiang, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Slamet Budiarto saat peresmian program Integrasi-Respons IDI, di halaman Tamiang Sport Center (TSC) Karang Baru, Aceh Tamiang.
Baca juga: Pimpinan DPRK Aceh Tamiang dorong warga kembangkan UMKM ayam petelur
Selain itu, PB IDI juga mendistribusikan Program Makanan Bayi dan Anak (PMBA) sebanyak 7.000 paket, bantuan sistem air bersih berupa lima titik sumur bor, dan bantuan layanan kesehatan di beberapa lokasi posko relawan PB IDI.
"Program ini merupakan bentuk nyata komitmen PB IDI untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam masa krisis. Respons yang terintegrasi adalah kunci agar bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terkoordinasi dan berdampak langsung," ujarnya.
Ia menuturkan, integrasi respons IDI sebagai bagian dari respons kemanusiaan terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu.
"Program ini dilaksanakan oleh Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana (LKTB) melalui kerja kolaboratif lintas sektor dan terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, dengan Herbalife sebagai mitra utama," katanya.
Ketum PB IDI ini menyebutkan, makna “Integrasi” menegaskan bahwa seluruh sub-program dijalankan secara serentak dan saling terhubung dalam satu sistem respons terpadu, sehingga bantuan bisa tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.
Dirinya menegaskan, IDI sudah hadir dan bekerja di Aceh Tamiang sejak 3 Desember 2025. Meski personel tim bergantian sesuai rotasi tugas, pelayanan kesehatan dan misi kemanusiaan tetap berjalan berkesinambungan.
"Kehadiran kami bukan hanya untuk merespons cepat, tetapi memastikan pelayanan terus berjalan sampai kondisi masyarakat benar-benar pulih," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menilai, program Integrasi-Respons IDI merupakan langkah yang dinamis dalam menciptakan layanan lebih komprehensif, cepat, akurat, dan mudah diakses, terutama merespon masalah kesehatan.
Apalagi, Aceh Tamiang tengah berupaya keras memulihkan kondisi wilayah dari dampak lumpur yang sangat masif.
"Program integrasi respon ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang cepat dan terpadu," demikian Armia Fahmi.
Baca juga: Polda: Pembangunan 14 hunian tetap di Aceh Tamiang sudah tahap pemasangan atap
Pewarta: Dede HarisonEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026