Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Provinsi Aceh, mempercepat pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi di daerah itu.

"Pemkab Bireuen terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap. Apalagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga sudah melakukan survei lokasi pembangunan hunian tetap tersebut," kata Bupati Bireuen Mukhlis di Banda Aceh, Rabu 

Berdasarkan hasil survei tersebut, kata dia, selanjutnya divalidasi agar data tersebut benar-benar valid, sehingga pembangunan hunian tetap tepat sasaran. Setelah data valid, barulah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun hunian tetap.

"Masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bireuen memutuskan hanya pembangunan hunian tetap, bukan hunian sementara. Pemerintah daerah hanya melaksanakan apa yang diminta masyarakat," katanya.


Baca juga: Pemerintah Aceh percepat ketersediaan lahan hunian tetap

Menurut Bupati, skema pembangunan hunian sementara terpusat di tempat lain, bukan di daerah asal, sehingga masyarakat terdampak bencana harus direlokasi. Masyarakat tidak mau direlokasi, tetapi tetap bertahan di tempat asal.

"Jumlah hunian tetap yang dibangun sekitar seribu unit. Jumlah hunian tetap yang dibangun tersebut sesuai data kerusakan rumah terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 di Kabupaten Bireuen," katanya.

Menyangkut tempat tinggal sebelum adanya hunian tetap, Bupati mengatakan masyarakat terdampak memiliki skema dana tunggu hunian. Sebagian mereka ada menumpang di rumah kerabat, dan ada juga yang menyewa rumah.

"Persentase masyarakat terdampak bencana yang tinggal di pengungsian sangat kecil. Banyak masyarakat terdampak bencana memilih skema dana tunggu hunian dari pada tinggal di hunian sementara. Oleh karena itu, kami berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap," kata Mukhlis.

Baca juga: BNPB verifikasi 26 ribu unit rumah terdampak bencana di Bireuen



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026